Rentetan Kasus Corona, Tersebar karena Jamaah Tabligh ?
Peristiwa

Rentetan Kasus Corona, Tersebar karena Jamaah Tabligh ?

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Rentetan kasus positif virus corona atau Covid-19 di Kecamatan Wonosari terus didalami Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul. Benarkah kasus bermula dari pasien ke-4 yang merupakan jamaah dari kegiatan tabligh di Jakarta?

Seorang perempuan berusia 74 tahun warga Kecamatan Wonosari menjadi pasien ke-3 setelah dinyatakan positif Covid-19 pada 14 April 2020. Setelah dilakukan penelusuran, dua orang lain yang merupakan tetangga dekatnya menjadi pasien ke-4 dan ke-5 pada 21 April 2020.

Menemukan tiga orang positif di satu wilayah membuat Dinkes Gunungkidul langsung mengambil sampel darah untuk dilakukan skrining rapid test kepada 60 orang yang pernah berinteraksi dengan ketiganya. Hasilnya, sebanyak 15 orang menunjukan reaktif hasil uji rapid test, sehingga langsung dilakukan uji laboratorium dengan melakukan swab tenggorokan. Setelah 10 hasil swab keluar, 3 orang dinyatakan positif Covid-19 pada Selasa (28/04) kemarin.

"Hampir semua (60 orang rapid test) di situ, satu desa," kata Juru Bicara Penanganan Covid-19, Dewi Irawaty, Senin (29/04/2020).

Saat ditanya rekam jejak jamaah tabligh dari Jakarta, Dewi menyebut bahwa pasien ke-4 mempunyai riwayat tersebut. Pasien ke-4 itu sebelumnya menjadi rombongan bersama jamaah tabligh dari berbagai daerah ke Jakarta. 

Diungkapkan Dewi bahwa rombongan jamaah dari luar daerah sudah banyak yang dinyatakan positif corona bahkan ada pula yang meninggal dunia. Untuk di Gunungkidul, Dewi mengaku tidak tahu sebaran mereka.

"Kami tidak bisa menghitung, mereka sangat luas sekali," imbuhnya.

Untuk diketahui, keenam pasien Covid-19 merupakan dua keluarga. Pasien ke-3 merupakan ibu dari pasien ke-6 dan ke-7. Sedangkan pasien ke-4 merupakan menantu dari pasien ke-5 dan suami pasien ke-8.

Dari keterangan warga setempat, pasien ke-4 pernah hadir saat pemakaman suami pasien ke-3. Karena memiliki rekam jejak pergi ke Jakarta, diduga penyebaran dimulai saat proses pemakaman tersebut.

"Pernah diingatkan untuk tidak keluyuran tapi ngeyel katanya sudah periksa ke dokter dan akhirnya positif," kata warga.