Khataman Al Quran Berlangsung Sederhana, Doakan Wabah Corona Segera Berakhir
Budaya

Khataman Al Quran Berlangsung Sederhana, Doakan Wabah Corona Segera Berakhir

Saptosari,(gunungkidul.sorot.co)--Pandemi Covid-19 membuat beberapa kegiatan keagamaan berlangsung tidak seperti biasanya. Terlebih di Bulan Ramadhan, umat Islam diminta untuk menerapkan protokol pencegahan penularan Covid-19.

Biasanya, sebagian masjid di Kabupaten Gunungkidul ramai jamaah dalam melaksanakan berbagai kegiatan keagamaan, seperti salat tarawih, pengajian akbar, TPA, buka bersama, hingga acara khataman Al Quran.

Namun sayangnya pada Bulan Ramadhan kali ini kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan masyarakat terpaksa ditiadakan. Salat tarawih di beberapa tempat pun dilaksanakan di rumah bersama keluarga.

Kegiatan pengajian akbar dalam rangka khataman Al Quran yang biasanya digelar saat akhir Bulan Ramadhan juga nyaris tidak ada. Hal itu demi mentaati protokol pencegahan penularan Covid-19.

Namun demikian pengurus Takmir Masjid Nurul Huda di Desa Jetis, Kecamatan Saptosari, menggelar acara khataman Al Quran secara sederhana dan berlangsung khidmat, Kamis (21/05) petang.

Kala itu peserta yang mengikuti pun bisa dihitung jari yakni hanya beberapa pengurus takmir masjid. Peserta yang hadir diwajibkan menggunakan masker dan menjaga jarak.

Sang imam masjid, Mambaul Umam, selain membaca doa kataman Al Quran juga mendoakan masyarakat agar terhindar dari virus corona.

"Semoga masyarakat Jetis khususnya dan umumnya masyarakat Indonesia dijauhkan dari wabah ini," ucap Mambaul Umam dalam doanya.

Berlangsung kurang dari satu jam, prosesi Khataman Al Quran digelar usai pengurus masjid setempat menyalurkan zakat fitrah berupa beras kepada masyarakat yang berhak menerima.