Keruh dan Bau, Air Sungai Tercemar Diduga Akibat Limbah Pabrik Tahu
Peristiwa

Keruh dan Bau, Air Sungai Tercemar Diduga Akibat Limbah Pabrik Tahu

Wonosari, (gunungkidul.sorot.co)--Sumber daya alam berupa sungai atau biasa disebut kali sejak zaman dahulu telah dikenal memiliki berbagai manfaat untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Dengan keberadaan aliran sungai, berbagai potensi dapat dikembangkan.

Hal itu salah satunya dicita-citakan oleh kelompok pemuda yang tergabung dalam Forum Komunikasi Sungai Siraman (Fokasi) di Kalurahan Siraman, Kapanewon Wonosari.

Fokasi berkeinginan sungai di kalurahan setempat bisa berfungsi menjadi penunjang kebutuhan hidup warga. Bahkan mereka juga berniat menjadikan sungai itu sebagai tempat wisata, dengan harapan mampu mengangkat perekonomian warga setempat.

Namun hal itu saat ini hanya bisa menjadi mimpi belaka. Pasalnya aliran sungai itu kini justru tercemar diduga akibat limbah industri. Sehingga hal itu membuat keprihatinan bagi pemuda dan sebagian warga.

Seno Aji, tokoh pemuda Siraman mengatakan, ia bersama rekan pemuda telah mempersiapkan langkah-langkah untuk mencari solusi agar sungai yang berada di Kalurahan Siraman dapat berfungsi dengan baik dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

"Sudah pernah melakukan riset kecil-kecilan, melihat biota yang ada di sungai. Nah ternyata hanya ditemukan ikan sapu-sapu. Hal itu menjadi parameter bahwa air sungai ini sudah tercemar," kata Seno Aji, Rabu (24/06/2020).


Ditambahkan Hidayatullah Hasani, sungai di wilayah setempat dulu banyak warga yang memancing, namun saat ini sudah jarang dijumpai. Menurutnya hal itu dikarenakan ekosistem ikan di sungai tidak dapat bertahan hidup karena airnya tercemar. 

"Itu hanya salah satu contoh. Bisa dilihat langsung bagaimana limbah masuk sungai melalui saluran pipa, warnanya putih dan bau. Yang terpenting bagaimana pemilik pabrik tahu dan pabrik tempe di Desa Kepek dan Siraman tidak membuang limbah ke sungai. Dengan itu, nantinya sungai dapat dimanfaatkan menjadi banyak hal," tutur Hidayatullah.

Sebagian pemuda setempat menduga bahwa belasan pabrik tahu di Kalurahan Kepek dan Siraman membuang limbah industri ke sungai tanpa melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang benar. Dampaknya, air sungai di wilayah Siraman lambat laun menjadi tercemar.