Kapan Tradisi Resepsi Pernikahan Diperbolehkan, Ini Penjelasan Pemerintah
Info Ringan

Kapan Tradisi Resepsi Pernikahan Diperbolehkan, Ini Penjelasan Pemerintah

Wonosari, (gunungkidul.sorot.co)--Menggelar acara resepsi pernikahan atau hajatan sudah menjadi tradisi bagi warga Kabupaten Gunungkidul. Tak hanya acara pernikahan, tasyakuran saat khitan pun sering dikemas dengan acara yang cukup meriah.

Namun adanya pandemi Covid-19 ini, selama beberapa bulan terakhir acara yang memicu berkumpulnya orang banyak dilarang untuk digelar. Salah satunya yakni acara resepsi atau hajatan. Hal itu karena dianggap mempunyai risiko tinggi terhadap penularan Covid-19.

Saat ini pemerintah mulai melakukan beberapa skenario dalam menghadapi new normal. Salah satunya dengan melakukan uji coba pembukaan tempat pariwisata. Sektor pariwisata menjadi prioritas pemerintah karena dianggap cukup berdampak terhadap perekonomian.

Lalu bagaimana dengan izin menggelar acara resepsi pernikahan saat ini. Mengingat hal itu selain merupakan tradisi, juga berdampak terhadap ekonomi pelaku jasa persewaan dan pelaku seni. Terlebih bagi mereka yang hanya menggantungkan pendapatan dari bidang tersebut.

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, pemerintah harus menentukan skala prioritas, tidak bisa sekaligus dibuka akses untuk semua karena risikonya terlalu besar.

"Pariwisata menjadi prioritas karena pengaruhnya besar terhadap ekonomi. Yang dibuka baru beberapa wisata dan tempat ibadah. Untuk acara pernikahan, nikahnya dipersilahkan, namun untuk menggelar acara resepsi pernikahan saat ini belum boleh," kata Dewi Irawaty, Rabu (24/06/2020).

Terkait hal tersebut pihaknya bakal membahas lebih lanjut pada rapat bersama Gugus Tugas. Ia belum bisa menyampaikan kapan acara resepsi pesta pernikahan resmi diperbolehkan. Saat ini pemerintah tengah melakukan tahapan pembukaan beberapa destinasi wisata.