Polemik Tenaga Kontrak, Is Sumarsono Dicopot dari Jabatan Ketua Bawaslu Gunungkidul
Hukum & Kriminal

Polemik Tenaga Kontrak, Is Sumarsono Dicopot dari Jabatan Ketua Bawaslu Gunungkidul

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Ketua Bawaslu Kabupaten Gunungkidul, Is Sumarsono dicopot dari jabatan usai dinyatakan bersalah dalam sidang oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI, Rabu (24/06/2020) siang.

Selain Is Sumarsono, Kordinator Sekretariat (Korset) Bawaslu Gunungkidul juga diberi sanksi peringatan keras serta dilakukan penyegaran pada posisi tersebut.

Ketua Bawaslu Is Sumarsono dan Korset Sugi Hartono dilaporkan oleh Destiana Kristanti, mantan tenaga kontrak Bawaslu Gunungkidul, karena dinilai tidak adil pada hasil evaluasi terhadap Pegawai Pemerintah Non PNS yang akan diperpanjang.

Destiana masuk dalam tenaga kontrak Tidak Memenuhi Syarat (TMS) sehingga tidak diperpanjang kontraknya. Meski begitu, hasil evaluasi dirinya berada di atas pasing grade yang telah ditetapkan sehingga seharusnya diperpanjang kontrak.

Dari hasil pemeriksaan DKPP, Sugi Hartono dinilai memanipulasi informasi dan menghalangi hak pengadu untuk melanjutkan kontrak kerja di Bawaslu Gunungkidul sebagaimana diperintahkan Sekjen Bawaslu.

Ia juga dinilai salah karena tidak memedomani petunjuk teknis evaluasi Pegawai Pemerintah Non PNS yang telah ditetapkan.

Sedangkan Ketua Bawsalu, Is Sumarsono juga dianggap ikut campur dalam urusan pegawai sekretariat Bawaslu dimana bukan kewenangannya. Ia dinilai tidak memiliki integritas yang kuat untuk menegakkan tata kerja Bawaslu, dimana seharusnya ia bersikap professional sehingga menghindari penyalahgunaan wewenang.

“Para teradu terbukti melakukan pelanggaran kode etik dan pedoman selaku penyelenggara Pemilu,” ucap Ketua DKPP, Muhammad dalam sidang putusan.

Karena dinilai melanggar, DKPP memberi peringatan keras terhadap Sugi Hartono dan meminta Sekretariat Bawaslu DIY melakukan penyegaran pada posisi yang dijabatnya saat ini. Adapun Is Sumarsono juga diberi peringatan keras serta dicopot dari jabatannya.

“Menjatuhkan sanksi peringatan keras dan pemberhentian dari jabatan Ketua Badan Pengawas Pemilu kepada teradu dua Is Sumarsono,” kata Muhammad.