Sempat Diancam, Siswi SMP Disetubuhi Tetangganya
Hukum & Kriminal

Sempat Diancam, Siswi SMP Disetubuhi Tetangganya

Gantiwarno, (gunungkidul.sorot.co)--Seorang siswi SMP diduga menjadi korban asusila di Desa Kragilan, Kecamatan Gantiwarno. Siswi itu mengaku sempat diancam oleh pelaku yang tak lain adalah tetangganya apabila melawan dan tidak menuruti permintaan nafsu bejatnya.

Siswi SMP berinisial P (14) itu merupakan pendatang dari Jawa Barat. Ia dititipkan di rumah neneknya di salah satu desa di Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul sejak pertengahan Maret lalu. Hal itu dilakukan oleh orang tuanya karena khawatir dengan perkembangan kasus Covid-19.

Selama bersama neneknya, P kerap main ke rumah pasangan suami istri Par dan Yu di Desa Kragilan, Gantiwarno. Meski beda kabupaten, namun jarak kedua rumah itu hanya beberapa meter. Bahkan saban hari P justru menghabiskan waktunya di rumah Par.

"Orang tuanya itu ada di Jawa Barat, di sini ikut simbahnya. Tapi seringnya main ke rumah saya karena jaraknya juga dekat. Bahkan orang tua P juga sudah titip agar saya ikut menjaga anaknya," ujar Yu, Senin (29/06/2020).


Setelah tinggal kurang lebih dua bulan, nasib nahas justru dialami P. Diusianya yang masih pelajar ia diduga menjadi korban asusila yang dilakukan oleh seorang laki- laki berinisial H (22) warga Desa Kragilan. Peristiwa tersebut terjadi pada saat Hari Raya Idul Fitri, Minggu (24/05) silam. 

Saat itu P sedang ke warung bersama teman-temannya di Desa Kragilan. Warung itu berdekatan dengan rumah H. Saat melihat P diwarung, H kemudian memanggil P dan teman-temannya agar main ke rumahnya. Tanpa rasa curiga mereka kemudian menurutinya.

P dan teman-temannya duduk di teras rumah H. Tak lama setelah itu H minta tolong kepada teman- teman P untuk dibelikan rokok ke warung. Setelah mereka berangkat, H langsung menarik P dan menyetubuhinya. P terus berusaha menolak namun ketakutan karena diancam.

Selang dua hari pasca kejadian itu, P tak pernah main lagi ke rumah pasangan suami istri Par dan Yu. Mereka pun curiga dan langsung menanyakan alasannya kepada P. Dengan rasa ketakutan, P akhirnya menceritakan tindakan yang dilakukan H terhadapnya.

"Kalau ngakunya sudah dipaksa melakukan dua kali, ya pada hari itu juga. Saya yang marah langsung memanggil kakak pelaku ke rumah saya, dan pelaku juga saya panggil. Ternyata memang mengakui," imbuhnya.

Mendengar nasib tragis yang dialami P, keluarganya lantas mengadukan hal itu ke Polres Klaten. Setelah itu orang tua P membuat pelaporan ke pada 22 Juni lalu. Yuanita menegaskan kasus ini harus diproses hukum, sebab hal ini berkaitan dengan masa depan P.

Sementara itu, Par mengaku bahwa pihak keluarga H sudah beberapa kali mendatangi P dan menyanpaikan untuk bertanggung jawab. Keluarga H berniat menikahkannya dengan P. Namun P beserta pihak keluarga tidak berkenan dan tetap minta diselesaikan lewat jalur hukum.

"Kemarin sudah visum dan hasilnya benar. Tapi tidak hamil. Meski begitu ini kan namanya sudah merusak masa depan anak. Apalagi ini masih pelajar dan sifat anaknya (P) ini bener- bener polos dan pendiam. Maka ya harus proses hukum," pungkasnya. (Ayub)