Bikin Resah, Pasien Positif Corona Dipulangkan, 95 Orang Jalani Rapid Test
Peristiwa

Bikin Resah, Pasien Positif Corona Dipulangkan, 95 Orang Jalani Rapid Test

Saptosari, (gunungkidul.sorot.co)--Munculnya kasus positif Covid-19 di wilayah Kalurahan Krambilsawit, Kapanewon Saptosari sempat membuat resah sebagian masyarakat. Pasalnya, pasien yang informasinya masih dalam kondisi terpapar Covid-19 dipulangkan dari rumah sakit dari Yogyakarta.

Lurah Krambilsawit, Sabiyo mengatakan, pihaknya dalam merespon adanya kegelisahan masyarakat kala itu segera melakukan koordinasi dengan pihak terkait. Tim medis kemudian menjemput pasien untuk diisolasi di rumah sakit. Saat ini kondisi masyarakat cenderung tenang dan tidak panik.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty menjelaskan, rumah sakit di Yogyakarta tempat pasien sebelumnya dirawat mengikuti pedoman dari Kementerian Kesehatan, bahwa untuk pasien positif yang tanpa gejala tidak ada evaluasi dengan swab.

"Jadi setelah dirawat dan tidak ada gejala lagi maka dipulangkan. Tapi di Gunungkidul memberlakukan swab evaluasi sampai hasilnya negatif. Karena tidak memungkinkan untuk isolasi mandiri, kecuali kasus tertentu," jelas Dewi Irawaty, Minggu (13/09/2020).


Diketahui berdasarkan data milik Dinas Kesehatan, di Saptosari tercatat terdapat 2 kasus Positif Covid-19. Upaya memutus mata rantai penularan Covid-19 pun dilakukan oleh pemerintah. Melalui tim medis Puskesmas Saptosari, dilakukan penelusuran penularan dan traking siapa saja yang pernah kontak erat dengan pasien positif Covid-19. 

Bagi orang yang berisiko tertular, maka sebagai pemeriksaan awal dilakukan pemeriksaan dengan metode rapid test. Pemeriksaan pada Kamis (10/9/2020) yang lalu dilakukan kepada sebanyak 95 orang. Dari pemeriksaan tersebut ada 1 orang hasilnya reaktif, lalu dilanjutkan pemeriksaan swab.

"Yang satu rumah dengan yang reaktif isolasi mandiri. Kalau yang tidak reaktif hanya sementara isolasi mandiri sambil nunggu hasil swab 1 orang keluar," kata Ridwan, Kepala UPT Puskesmas Saptosari.

Upaya lain yang dilakukan Puskesmas Saptosari menekan risiko penularan yakni dengan menyampaikan himbauan kepada masyarakat agar tetap menerapkan protokol kesehatan, terutama saat beraktifitas. Kegiatan yang dilakukan yakni menyampaikan himbauan di tempat-tempat publik seperti pasar dan tempat wisata.

"Protokol kesehatan di masyarakat belum dilaksanakan masyarakat dengan baik. Saat di pasar 80 persen belum pakai masker. Di sekolah juga 70 persen nggak pakai masker. Masker di saku dan dipakai kalau diingatkan saja," tambah Ridwan.