Seniman Tuna Netra Ciptakan Lagu untuk Bupati di Akhir Masa Jabatan
Budaya

Seniman Tuna Netra Ciptakan Lagu untuk Bupati di Akhir Masa Jabatan

Saptosari, (gunungkidul.sorot.co)--Pada tanggal 9 Desember 2020 nanti, Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) bakal digelar di Kabupaten Gunungkidul. Terdapat 4 pasang bakal calon bupati dan wakil bupati yang bakal bertarung dan memperebutkan kursi bupati dan wakil bupati.

Manuver politik pun kini gencar dilakukan oleh keempat pasang calon itu. Berbagai kegiatan baik secara langsung bertemu dengan masyarakat maupun melalui media sosial dilakoni untuk mencari simpati masyarakat. Harapannya dalam Pilkada nanti mampu meraup suara terbanyak.

Pemberitaan di media dan grup media sosial pun saat ini ramai memperbincangkan tema-tema politik. Tak hanya dilakukan oleh calon, partai politik pengusung dan tim pemenangan, namun para pendukung pun ikut berlaga berjuang memenangkan pasangan yang didukung.

Suasana itu menjadikan publik seolah melupakan sosok bupati yang kini masih menjabat yakni Hj. Badingah, perempuan yang menjadi orang nomor satu di Gunungkidul selama dua periode. Hal itu dirasakan oleh seorang seniman penyandang tuna netra asal Kalurahan Jetis, Kapanewon Saptosari, Suharno.

Suharno menceritakan, Badingah merupakan seorang ibu yang berjuang dan memimpin Gunungkidul dengan bijaksana. Selama dalam pimpinan Badingah, Gunungkidul mengalami kemajuan. Pembangunan infrastruktur, pengembangan destinasi wisata, penghijauan lahan, dan masih banyak hal lain yang dilakukan untuk Gunungkidul.

"Memang saya sebagai tuna netra tidak bisa melihat kemajuan itu secara wadak, namun saya mampu merasakan dengan hati dan pikiran saya atas pesatnya kemajuan. Kemajuan yang paling bisa dirasakan oleh para penyandang disabilitas seperti saya ini terbitnya Perda Nomor 9 tahun 2016 tentang Disabilitas," terang Suharno, Senin (21/09/2020).

Karena banyak program yang mengacu pada Perda tersebut, menurut Suharno, Gunungkidul kini lebih ramah terhadap difabel, baik dibidang pendidikan maupun di bidang infrastruktur. 

Berawal dari hal tersebut, Suharno yang merupakan seniman sekaligus pencipta lagu pun menulis syair sebagai hadiah untuk Badingah di akhir masa jabatannya. Syair itu kemudian dibuat lagu berjudul Ibu Bumi Handayani. Bahkan lagu tersebut juga diproduksi menjadi sebuah klip video yang di unggah di Chanel Youtube miliknya, HN Production.

Suharno berharap lagu yang diproduksinya secara mandiri itu mampu mewakili ucapan terima kasihnya kepada pemimpin yang dinilai telah berpihak kepada kaum disabilitas. Ia juga berharap pelaksanaan Pilkada Gunungkidul mendatang juga berjalan dengan damai dan terpilih pemimpin yang tetap memperhatikan kaum disabilitas.