Polisi Usut Aspal Hilang, Pamong Desa dan TPK Dimintai Keterangan
Hukum & Kriminal

Polisi Usut Aspal Hilang, Pamong Desa dan TPK Dimintai Keterangan

Paliyan,(gunungkidul.sorot.co)--Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Gunungkidul mengusut hilangnya aspal proyek bantuan jalan di Padukuhan Kedungdowo Kulon, Desa Pampang, Kecamatan Paliyan. Lima orang dari jajaran pemerintah desa, TPK hingga rekanan dimintai keterangan.

Proyek bantuan jalan diberikan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) DIY kepada Pemdes Pampang tahun 2019. Bantuan senilai Rp 80 juta itu turun dalam bentuk barang berupa aspal, batu dan pasir.

Namun dalam pengerjaannya, drum aspal yang sudah turun tiba-tiba hilang saat malam hari yang disebut diambil oleh seorang pamong desa.

"Karena ada itu (laporan aspal hilang) kita cek," kata Kanit Tipikor Satreskrim Polres Gunungkidul, Iptu Wawan Anggoro, baru-baru ini.

Guna mengusut aspal yang hilang polisi sudah memintai keterangan lima orang dari pemerintah desa maupun pelaksana proyek. Kelimanya adalah Lurah Pampang, Iswandi, yang sekarang sudah meninggal. Selanjutnya, Ketua Pelaksana, Wadiyono, Dukuh Kedungdowo Wetan, Sudomo, staf desa, Iswanto serta konsultan proyek, Rori. 

"Kita klarifikasi adanya informasi penjualan aspal oleh desa," ungkapnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, 32 drum aspal memang telah dijual dari 72 drum aspal bantuan proyek jalan di wilayah Kedungdowo Kulon. Sementara sisanya masih belum digarap hingga kini.

Polisi saat ini masih menunggu perkembangan lebih lanjut atas perkara tersebut sembari menunggu informasi lain. Sementara proyek jalan pun akhirnya mangkak tak selesai.

"Karena pak kades meninggal dunia kita undur dulu," pungkas dia.