Kegiatan Hajatan Dihentikan, Wisata Tetap Buka dengan Prokes Ketat
Peristiwa

Kegiatan Hajatan Dihentikan, Wisata Tetap Buka dengan Prokes Ketat

Wonosari, (gunungkidul.sorot.co)--Bupati Gunungkidul bersama Forkompimda menggelar rapat koordinasi di rumah dinas bupati guna membahas persiapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat, Jumat (8/1/2021).

Rapat koordinasi yang digelar oleh bupati itu dalam rangka meminta masukan dari pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menindaklanjuti pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat pada 11-25 Januari mendatang.

Secara garis besar kebijakan yang akan dikeluarkan Bupati Gunungkidul dalam penerapan pembatasan itu merujuk dari surat edaran kementerian maupun instruksi Gubernur DIY. Adapun sejumlah poin penting yang dibahas dalam pertemuan itu yakni diantaranya terkait sektor pariwisata, sektor perdagangan, dan kegiatan sosial budaya.

Disampaikan Bupati Gunungkidul, Hj. Badingah, sektor pariwisata direncanakan akan tetap buka dengan pembatasan jumlah wisatawan sebanyak 50 persen. Namun bagi pengunjung dari luar wilayah DIY akan diwajibkan menunjukkan surat keterangan negatif rapid antigen.

Sedangkan sektor esensial termasuk sektor perdagangan kebutuhan pokok tetap buka 100 persen dengan pengetatan prokes.

Untuk kegiatan perkantoran diberlakukan Work From Home (WFH) 50 persen dan Work From Office (WFO) 50 persen. Sedangkan kegiatan belajar dilakukan 100 persen secara daring.

Pusat perbelanjaan seperti mall dan supermarket dibatasi hingga pukul 18.00 WIB. Kegiatan sosial budaya termasuk hajatan, pentas budaya dan kegiatan masyarakat yang berpotensi menimbulkan kerumunan dimungkinkan akan dihentikan sementara.

"Hasil dari rapat koordinasi ini akan ditindaklanjuti dengan koordinasi lebih lanjut terkait pelaksanaanya. Secara detail nanti akan segera dibahas lebih lanjut agar bisa segera disosialisasikan," kata Badingah.

"Waktunya 11 - 25 Januari 2021 dan nanti tergantung perkembangan. Jika kasusnya belum turun bisa jadi diperpanjang. Dalam pelaksanaan pengetatan butuh peran serta masyarakat, jadi tidak hanya pemerintah. Mungkin bisa juga seperti adanya kearifan lokal," terangnya.