Kondisi Cuaca Hujan, Produksi Garam di Gunungkidul Menurun Tajam
Ekonomi

Kondisi Cuaca Hujan, Produksi Garam di Gunungkidul Menurun Tajam

Wonosari, (gunungkidul.sorot.co)--Kabuaten Gunungkidul dengan garis pantai yang luas memiliki potensi wisata pantai dan tangkapan ikan laut, dan penghasil garam. Sebagai bumbu dasar yang selalu ada di dapur, garam menjadi kebutuhan pokok setiap rumah tangga.

Di wilayah Gunungkidul sendiri saat ini telah memiliki tiga tempat produksi garam yang dikelola oleh masyarakat. Kektiganya dalah di pesisir Pantai Dadap Ayam Saptosari, Pantai Sepanjang Tanjungsari, dan Pantai Krokoh Girisubo.

Handoko, Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Dinas Kelautan dan Perikanan(DKP) Gunungkidul mengatakan, petani garam di wilayah Saptosari dan Tanjungsari merupakan binaan dari DKP DIY dengan bantuan dana Gubernur, dengan masing-masing kelompok berjumlah kira-kira 20 orang.

Handoko merinci, hasil produksi petani garam pada tahun 2019 lalu dapat menghasilkan 9 ton garam. Sayangnya sektor produksi garam sempat seret pada tahun 2020 karena efek pandemi Covid-19.

Tahun 2020 produksinya 2 ton saja karena terdampak pandemi,” ungkap Handoko, Sabtu (09/01/2021).

Selain pandemi, pada bulan basah seperti Januari sekarang petani garam merasa lebih kesulitan. Hal itu disebabka karena pada proses produksinya membutuhkan panas terik. Untuk mengatasi hal tersebut, petani menggunakan sistem tunnel, yaitu sebuah sungkup dari plastik UV untuk melindungi garam dari air hujan. 

Selain masalah musim, seringkali petani garam mengalami kendala pada kerusakan alat penyedot air laut karena kuatnya gelombang laut selatan.

Handoko menyebut, hasil produksi petani garam di Gunungkidul sampai saat ini baru di distribusikan di wilayah sekitar petani saja karena masih menunggu sertifikasi SNI untuk produk konsumsi.

Kedepan akan diadakan evaluasi dan pengembangan agar produksinya bisa lebih efektif. Nanti Disperindag yang akan menangani,” pungkas Handoko. (Naufal)