Lagi Musim Perkutut, Omzet Perajin Sangkar Melambung Tinggi
Ekonomi

Lagi Musim Perkutut, Omzet Perajin Sangkar Melambung Tinggi

Wonosari, (gunungkidul.sorot.co)--Perajin sangkar burung di Padukuhan Nitikan Barat, Kalurahan Semanu, Kapanewon Semanu kebanjiran omzet. Karena laris, pendapatan perajin melambung tinggi hingga tembus jutaan rupiah.

Menurut Puji Raharjo, harga sangkar burung jenis perkutut akhir-akhir ini melonjak dua kali lipat dari biasanya. Lonjakan harga tersebut diperkirakan karena di alam belakangan ini lagi musim burung perkutut lokal.

Selain itu meningkatnya produksi anakan burung perkutut Bangkok dari pembudidaya juga membuat peminat sangkar perkutut semakin bertambah.

Harga jual sangkar perkutut Rp 120.000 perpasang dalam kondisi mentah atau belum dicat. Perajin setempat dapat menjual ke pengepul asal luar Kabupaten Gunungkidul dalam 3 minggu sekali sebanyak 50 pasang dengan nilai omzet sekitar Rp 6 juta.

Harga sangkar burung setiap perajin terkadang berbeda, tergantung dari segi kehalusan, kerapihan, dan jenis kayu yang dipakai.

Kalau saya membuatnya rapi. Kalau biasanya perajin lain membentuk ruji sangkar dengan satu kali cetakan, saya 3 kali agar lebih halus, dan ukurannya pun lebih besar,” ujar Puji Raharjo, Jumat (08/01/2021).

Usaha kerajinan sangkar burung di Padukuhan Nitikan Barat rata-rata telah dijadikan mata pencaharian pokok warisan dari orang tua. Salah satunya adalah Riyadi Hartanto, perajin yang sudah menggeluti pembuatan sangkar burung perkutut sejak tahun 1982 silam. 

Sekitar 90 % warga di sini jadi perajin sangkar burung secara turun temurun,
ujar Riyadi.

Lelaki berusia 56 tahun itu biasa membuat 2 sangkar burung perkutut dalam satu hari. Sangkar tersebut dijual ke pengepul di wilayah Bantul, Klaten, Wonogiri, dan sebagian ke Pasar Ngasem Yogyakarta.

Sebulan saya bisa jual 60 buah. Harganya satu Rp 60 ribu,” kata dia.