Tak Mau Kalah dengan Daging Sapi, Harga Cabai Tembus Rp 100 Ribu Perkilo
Peristiwa

Tak Mau Kalah dengan Daging Sapi, Harga Cabai Tembus Rp 100 Ribu Perkilo

Wonosari, (gunungkidul.sorot.co)--Harga komoditas cabai rawit merah di Pasar Argosari Wonosari, Kabupaten Gunungkidul belakangan ini mengalami kenaikan drastis. Akibatnya para pedagang memilih menurunkan stok kulakan karena harga tidak stabil.

Siti, salah seorang pedagang di Pasar Argosari Wonosari menuturkan, harga kulakan cabai setiap pagi dan sore berbeda. Karena tidak stabilnya harga ia memilih menurunkan stok dari 15 kilogram menjadi 5 kilogram setiap kali kulakan.

Saya memilih menurunkan stok dan hati-hati. Karena kulakan 5 kilo saja hampir Rp 400.000,” ujarnya, Sabtu (09/01/2021).

Naiknya harga cabai rawit sudah terjadi sejak musim libur Natal 2020 dan berdampak pada penjualan cabai sampai sekarang. Naiknya harga cabai rawit merah kini bahkan hampir seharga daging sapi. 

Biasanya orang beli setengah kilo, satu kilo, sekarang jadi seperempat dan stok 5 kilo kadang dua hari,” ujar Siti.

Pedagang kecil seperti Siti hanya bisa pasrah. Ia pun tidak mengetahui penyebab naiknya harga cabai, selain sebatas mengikuti perkembangan harga.

Menurut Rina, pembeli sembako asal Kapanewon Wonosari, kenaikan cabai rawit merah yang tembus 100 ribu perkilogram itu membuat kaum emak-emak harus lebih pintar berhemat. Sebab kalau tidak demikian, jatah belanja harian tidak cukup untuk memasak, dan hanya habis untuk membeli lombok.

Biasanya saya beli cabai rawit itu sekitar seperempat kilo. Sekarang paling cuma sekitar 1 ons,” ucap dia.