Raup Belasan Juta, Petani Muda Sukses Budidaya Terong Hijau Saat Musim Hujan
Ekonomi

Raup Belasan Juta, Petani Muda Sukses Budidaya Terong Hijau Saat Musim Hujan

Wonosari, (gunungkidul.sorot.co)--Disaat banyak petani memilih menanam padi saat musim hujan, Wiyono, petani muda di Padukuhan Blimbing, Kalurahan Karangrejek, Kapanewon Wonosari justru nekat membudidayakan tanaman hortikultura jenis terong. Namun demikian usahanya terbilang cukup sukses.

Di kawasan ladangnya, saat petani lain menanam padi ia menjadi satu-satunya petani yang membudidayakan tanaman terong hijau. Keberanian berspekulasi untuk menanam terong mengejutkan, karena ia sukses panen hingga 2 ton meskipun saat ini sedang musim hujan.

Wiyono, menceritakan kiat suksesnya dalam membudidayakan terong disaat musim hujan. Ia meyakini bahwa menanam teron harus telaten dan lebih sabar dalam proses perawatannya.

"Jadi saya punya pengalaman menanam buah melon, terus saya mencoba mengaplikasikan cara itu untuk tanaman terong," katanya, Rabu (17/02/2021).

Wiyono menjelaskan, dalam hal pemberian pupuk, ia menggunakan pupuk yang sudah dicairkan terlebih dahulu, sehingga proses penyerapannya akan lebih cepat dan maksimal. Selanjutnya untuk menghindari hama saat musim hujan, Wiyono melakukan pemberian obat insektisida harus lebih rutin dan penyiraman hanya mengandalkan air hujan. 

"Pupuknya saya cairkan terus penyemprotan insektisida saya nggak pernah telat, minimal 3 hari sekali, kuncinya adalah telaten dan sabar," imbuhnya.

Di lahan seluas 2.000 meter ia menanam terong hijau sebanyak 1.200 bibit dan sudah panen sebanyak 40 kali dalam waktu dua bulan. Total panen yang ia hasilkan sudah lebih dari 2 ton. Untuk harga jual ia mengikuti harga dari pengepul rata-rata Rp 6.500 sampai Rp 7.500/Kg.

Meski sukses membudidayakan tanaman terong bukan berarti ia tidak menemui kendala. Saat ini masalah yang harus ia hadapi adalah adanya adanya pembusukan pada batang terong sehingga akan membuat tanaman tidak tumbuh maksimal. Untuk mengatasi masalah itu ia akan memotong bagian batang yang busuk sehingga tidak menular ke ranting lainnya. (angga)