Tradisi Asung Dahar di Bawah Pohon Berumur Ratusan Tahun Masih Lestari di Masa Pandemi
Budaya

Tradisi Asung Dahar di Bawah Pohon Berumur Ratusan Tahun Masih Lestari di Masa Pandemi

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Cuaca mendung bergelayut di langit Kalurahan Karangrejek, Kapanewon Wonosari pada Kamis (18/02) siang. Belasan warga Padukuhan Karanggumuk berduyun-duyun mendatangi sebuah ladang yang terdapat Resan Kendal, sebuah pohon tua yang konon berusia ratusan tahun.

Mereka hadir atas undangan Mbah Mul, warga Karanggumuk yang melaksanakan kenduri tasyakuran di bawah pohon besar.

Mbah Mul memang telah lama menderita sakit dan bernadzar akan melaksanakan tradisi asung dahar di bawah Resan Pohon Kendal. Setelah sembuh, ia pun melaksanakan apa yang menjadikan nadzarnya beberapa waktu lalu.

Kulo rak waune sakit, nemen sakite Dompo, kirang langkung sewulan. (Saya kan tadinya sakit, lumayan parah penyakitnya Dompo, kurang lebih satu bulan),” kata Mbah Mul.

Beberapa uborampe atau persyaratan yang dibawa ole Mbah Mul diantaranya berupa aneka jajan pasar, jadah, buah-buahan, nasi uduk, dan ingkung ayam kampung. 

Usai didoakan oleh Mbah Kaum sesepuh wilayah setempat, kegiatan diakhiri dengan makan bersama. Bagi yang keburu ada acara, mereka boleh membawa pulang makanan yang telah disediakan.

Menurut Mbah Kaum, Mardi Utomo, tradisi asung dahar itu sendiri tak hanya dilakoni oleh orang sakit. Namun bagi mereka punya nadzar dan terkabul, terkadang juga melaksanakan syukuran kepada Tuhan dengan cara makan bersama di Resan Kendal.

Tradisi menika warisan leluhur. Kados dene syukuran mekaten. Niki wit paling tuo se-kalurahan. (Tradisi ini merupakan warisan nenek moyang. Seperti halnya syukuran begitu. Ini pohon tertua di kalurahan),” ucap Mardi.