Jual Hewan Langka, Warga Purwosari Ditangkap Polisi
Hukum & Kriminal

Jual Hewan Langka, Warga Purwosari Ditangkap Polisi

Depok,(gunungkidul.sorot.co)--Dua orang penjual hewan langka dan dilindungi jenis elang brontok dan Binturong ditangkap oleh petugas Ditreskrimsus Polda DIY. Mereka yakni JR (31) warga Kapanewon Purwosari, Kabupaten Gunungkidul dan MR (21) warga Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta. 

Wadirkrimsus Polda DIY, AKBP FX Endriadi SIK menjelaskan untuk tersangka JR diketahui menjual hewan jenis Binturong, sedangkan tersangka MR kedapatan menjual elang brontok. Mereka ditangkap usai petugas melakukan patroli cyber dan mendapati tersangka JR menawarkan Binturong melalui media sosial.

Mengetahui hal itu, kami langsung membentuk tim dengan melakukan penyamaran sebagai calon pembeli, ujarnya saat jumpa media di Mapolda DIY, Rabu (14/4/2021).

Dalam penyamaran tersebut, tambah Endriadi, antara petugas dengan tersangka akhirnya terjadi kesepakatan dengan harga Rp 5 juta. Saat itu proses transaksinya dilakukan di daerah Kapanewon Purwosari, Kabupaten Gunungkidul.  

Mengetahui hal itu, petugas langsung bergegas ke lokasi. Setelah dipastikan bahwa Binturong merupakan hewan dilindungi, maka tersangka beserta barang bukti langsung diamankan. 

Hasil pemeriksaan hewan itu di dapat dari seseorang yang belum diketahui identitasnya dengan cara barter dengan seekor musang yang dipelihara oleh tersangka, tambahnya. 

Untuk pengungkapan kasus dengan tersangka MR, Endriadi menambahkan bahwa petugas mendapatkan informasi terkait adanya penjualan elang brontok melalui media sosial. Atas adanya informasi itu, petugas langsung menindaklanjuti dengan melakukan penyamaran sebagai pembeli hewan tersebut. 

Setelah melakukan melakukan komunikasi, akhirnya sepakat untuk melakukan COD di pasar Pasty Yogyakarta dengan harga Rp 800 ribu. Mendapatkan informasi, petugas langsung bergegas melakukan penangkapan terhadap tersangka beserta barang bukti elang brontok. 

Atas kasus ini, kedua tersangka terancam pasal 40 ayat (2) Jo Pasa 21 ayat (2) huruf a UU RI No 5 tahun 1990 tentang konservasi sumberdaya hayati dan ekosistemnya dengan ancaman 5 tahun penjara, pungkasnya.