Dua RT Sempat Jadi Zona Merah, Dukungan Gugus Dinilai Kurang, Pembatasan Kegiatan Sulit Terlaksana
Peristiwa

Dua RT Sempat Jadi Zona Merah, Dukungan Gugus Dinilai Kurang, Pembatasan Kegiatan Sulit Terlaksana

Panggang, (gunungkidul.sorot.co)--Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasi mikro digadang bakal menjadi strategi terbaik dalam mengendalikan penyebaran Covid-19. Sistem zonasi pada program PPKM bebasis mikro ini dilakukan pada tingkat terbawah yakni wilayah RT.

Jika suatu wilayah masuk zona merah, maka skenario pemberlakuan PPKM tingkat RT mencakup langkah temukan kasus suspek dan pelacakan kontak erat, isolasi mandiri pasien positif dan kontak erat, serta menutup rumah ibadah, tempat bermain anak dan tempat umum kecuali sektor esensial.

Selain itu, di wilayah zona merah dilarang berkerumun lebih dari 3 orang, membatasi keluar masuk RT maksimal pukul 20.00 WIB dan meniadakan kegiatan sosial masyarakat di tingkat RT yang menimbulkan kerumunan.

Namun hal tersebut tidak diterapkan di wilayah Padukuhan Panggang l, Kalurahan Giriharjo, Kapanewon Panggang pada saat sempat masuk zona merah. Meskipun masuk wilayah kategori zona merah, pembatasan kegiatan masyarakat tidak berjalan sesuai ketentuan. Hal tersebut disampaikan salah satu relawan Covid-19 Kalurahan Giriharjo, Irwan Triwibowo.

Irwan menilai sulitnya penerapan pembatasan pada zona merah tersebut akibat mulai abainya masyarakat terhadap protokol kesehatan. Ia juga menyayangkan kurangnya dukungan tokoh masyarakat di sana yang diharapkan menjadi teladan penerapan pembatasan skala mikro. Selain itu, dukungan dari Gugus Tugas Covid-19 diatasnya yakni tingkat kapanewon juga dinilai cukup kurang.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty menyampaikan bahwa terbaru di Gunungkidul terdapat 1 wilayah RT yang masuk kategori zona merah yakni di Kapanewon Playen. Sedangkan di Panggang pada minggu lalu terdapat pula wilayah zona merah. Namun perkembangan terbaru statusnya kemudian turun menjadi zona orange.

Menanggapi terkait kurang maksimalnya penerapan pembatasan pada PPKM berbasis mikro, dr. Dewi menerangkan, pada peraturan cukup jelas bahwa pemangku wilayah di tingkat kalurahan maupun kapanewon menjadi ujung tombak suksesnya strategi PPKM berbasis mikro. Sehingga keberhasilan PPKM mikro ada ditangan pemangku wilayah bersama tokoh masyarakat setempat.

"Di instruksi Kemendagri jelas sekali, Pak Lurah, Pak Panewu harus bagaimana. Jelas sekali itu kalau dibaca. Yang terbaru pada PPKM mikro jika lebih dari 5 rumah terdapat kasus positif masuk zona merah," kata Dewi Irawaty, Rabu (28/04/2021).

"Gunungkidul ini (kasus Covid-19) meskipun terbilang masih rendah, namun trendnya naik. Jadi jangan sampai nanti melonjak lagi," pesan dia.