Himpun Kekuatan, Partai Golkar Perkuat Jaringan Partai Ditingkat Kapanewon
Politik

Himpun Kekuatan, Partai Golkar Perkuat Jaringan Partai Ditingkat Kapanewon

Wonosari, (gunungkidul.sorot.co)--Dalam upaya memperkokoh kedudukan di gelanggang perpolitikan, DPD Golkar Gunungkidul memperkuat jaringan partai terutama para pimpinan ditingkat kapanewon. Dengan berbagai persyaratan, saat ini Golkar sedang melakukan penjaringan hingga seleksi calon 18 pimpinan Pengurus Kecamatan (PK) se-Gunungkidul.

Kader partai di tingkat kapanewon terutama Pengurus Kecamatan (PK) di dalam tubuh Partai Golkar memiliki tugas yang cukup berat, terlebih bagi yang menduduki jabatan pimpinan.

Diibaratkan PK merupakan sebuah kran air yang berfungsi sebagai penentu sampai atau tidaknya segala sesuatu hingga kepada tingkat paling bawah. Sehingga PK harus memiliki sifat kemandirian dalam menjalankan tugas-tugas partai.

Hal tersebut disampaikan ketua DPC Golkar DIY, sekaligus anggota DPR RI Komisi VII Fraksi Golkar, Gandung Pardiman. Politisi kawakan Partai Golkar yang memiliki slogan iklas beramal dan tidak pelit itu juga menerangkan, jajaran partai ditinggat kabupaten tugasnya lebih kepada upaya memberikan dorongan kepada PK. Sehingga kedepan PK diharapkan mempunyai kemandirian dalam menjalankan ketugasannya.

"Nantinya PK akan dibekali, harus mampu menguasai medsos termasuk pembentukan struktur dibawahnya. Bagi PK yang belum mampu nanti akan didampingi atau di Plt kan kepada senior," kata Gandung Pardiman, Minggu (2/5/2021).

Dalam kesempatan yang sama, anggota DPRD Gunungkidul yang juga sebagai ketua panitia penjaringan PK, Sarjono mengatakan, proses yang dilalui calon PK saat ini lebih rumit jika dibanding sebelumnya. Jika dulu untuk menjadi pimpinan PK cukup dengan sistem tunjuk, berbeda dengan sekarang dimana untu menjadi calon pimpunan PK sudah melalui penjaringan. 

Ketentuan usia maksimal 45 tahun calon PK diharapkan mampu mendongkrak kekuatan partai Golkar kedepan. Tahapannya setelah mengikuti fit and proper test di Gedung Balai Kalurahan Kepek, Kapanewon Wonosari, hasilnya akan diteliti oleh pengurus provinsi. Hasilnya, kemudian akan dimusyawarahkan oleh jajaran pimpinan partai guna mengambil kebijakan kedepan.

"Kalau dulu partai Golkar identik dengan yang tua, kalau sekarang berbeda. Kaum muda sudah mulai mencintai partai Golkar, sehingga harapannya pimpinan PK dari kaum muda mampu bersibergi untuk membesarkan Golkar di Gunungkidul," Ucap Sarjono.

Senada dengan Sarjono, Ketua DPD Golkar Gunungkidul, Heri Nugroho berpendapat, dengan fit and proper test yang dilaksanakan bertujuan menggali calon pimpinan Golkar kecamatan tentang pemahaman terhadap partai secara mendalam.

"Sebelum menjadi pimpinan diharapkan sudah memahami tentang Golkar baik itu dari visi misi, paradigma dan sebagainya. Termasuk, ketentuan usia maksimal, kita mencoba memaknai tidak kemudian harus maksimal 45 tahun. Ada juga yang 50 tahun artinya beberapa wilayah yang rawan ada pertimbangan khusus," ucap Heri Nugroho.