Masih Nunggak Miliaran, Penerimaan PBB Tahun Ini Ditarget Capai Rp 22 Miliar
Pemerintahan

Masih Nunggak Miliaran, Penerimaan PBB Tahun Ini Ditarget Capai Rp 22 Miliar

Wonosari, (gunungkidul.sorot.co)--Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dalam hal ini Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) tak menampik terkait adanya tunggakan wajib pajak PBB-P2 yang jumlahnya mencapai miliaran rupiah.

Namun demikian, BKAD masih belum bisa memberikan berapa total tunggakan yang Jumlahnya mencapai miliaran tersebut, lantaran masih dalam proses penanganan.

Sutaryo, Kepala Sub Bidang Penagihan dan Pengawasan BKAD Gunungkidul mengatakan, tunggakan yang terjadi selama ini disebabkan oleh beberapa masalah di lapangan seperti wajib pajak yang berada di luar daerah sehingga penagihan tidak bisa dilakukan secara langsung.

"Ada beberapa faktor yang menyebabkan adanya tunggakan, pertama karena wajib pajak tidak bisa kita temui, kedua karena memang kesadaran dari wajib pajak masih kurang. Saat ini kita masih terus berusaha untuk bisa menyelesaikan persoalan ini," ucapnya, Senin (03/05/2021).

Namun demikian, capaian penerimaan APBD 2020 dari PBB-P2 bisa dikatakan mencapai target yang ditentukan. Total penerimaan PBB-P2 tahun lalu mencapai Rp 25 miliar lebih dari total 599.877 wajib pajak. 

Kemudian menurut APBD 2021, Pemkab telah menargetkan penerimaan PBB-P2 sebesar Rp 22 miliar dari 602.483 wajib pajak.

"Untuk jumlah wajib pajak ada kenaikan, kalau berdasarkan jumlah ketetapan penerimaan PBB seharusnya ada kenaikan 0,78 persen, tapi kita juga harus melihat kondisi di lapangan untuk menentukan target penerimaan PBB," imbuh Sutaryo.

Terpisah, Atmaji Priosukendro, Selaku Kepala Sub Bidang Pelayanan dan Keberatan menambahkan, bagi wajib pajak yang telat membayarkan kewajibannya tersebut akan dikenakan denda sebesar 2 % dari besaran pajak yang telah ditetapkan dengan maksimal denda 48 %.

"Untuk denda 2 persen dikenakan setelah waktu jatuh tempo, lewat dari tanggal jatuh tempo dendanya akan berjalan sampai maskimal dua tahun," ujarnya.