Mudik Dilarang, Kiriman Uang Perantau ke Gunungkidul Diperkirakan Capai 225 Miliar
Ekonomi

Mudik Dilarang, Kiriman Uang Perantau ke Gunungkidul Diperkirakan Capai 225 Miliar

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Pemerintah memberlakukan larangan mudik lebaran mulai tanggal 6 Mei 2021. Merespon hal tersebut, Ketua Ikatan Keluarga Gunungkidul (IKG), Edi Sukirman meminta warga Gunungkidul di perantauan untuk mentaati anjuran dari pemerintah dengan tidak melakukan perjalanan mudik lebaran.

"Saya selaku ketua IKG sudah membuat himbauan baik video maupun keterangan tertulis yang sudah saya share melalui group-group, media sosial," kata Edi saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (05/05/2021).

Pihaknya menerangkan ada sekitar 300 ribu warga Kabupaten Gunungkidul yang merantau di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi. Himbauan tersebut saat ini dipastikan sudah menyebar di seluruh warga perantau yang berasal dari 18 kapanewon. 

Edi optimis dengan himbauan yang disampaikan kepada warga perantau itu akan ditaati sesuai harapan pemerintah. Namun berdasarkan informasi yang ia peroleh, sementara ada sekitar 5 % dari 300 ribu orang perantau yang tetap nekat melakukan perjalanan mudik.

Masih kata Edi, meski warga perantau tidak mudik jumlah perputaran uang di Gunungkidul yang berasal dari warga perantauan cukup besar. Pihaknya memperkirakan jumlah kiriman uang dari perantau bakal mencapai 225 miliar.

"Hitungan kasar kita, jumlah anggota IKG ada 75 ribu Kepala Keluarga. Jika diambil rata-rata setiap KK transfer uang 3 juta, maka kiriman uang mencapai 225 miliar," tutur Edi.

Diketahui, lebaran memang menjadi momentum yang ditunggu-tunggu terutama bagi para perantau. Salah satu tradisi pada saat Hari raya Idul Fitri salah satunya yakni bersuka ria dan berkumpul dengan keluarga dikampung halaman.

Diberlakukannya larangan mudik membuat warga perantau tidak bisa melakukan perjalanan mudik di kampung halaman.