Penutupan Arus Akan Berlaku Sampai Bulan Depan
Peristiwa

Penutupan Arus Akan Berlaku Sampai Bulan Depan

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Penutupan arus lalu lintas oleh kepolisian di seputaran kota Wonosari diperkirakan berlangsung hingga bulan depan. Pernyataan ini disampaikan Kapolres Gunungkidul, AKBP Aditya Galayudha kepada media, Jumat (16/07/2021).

"Penutupan arus memang sesuai rencana Operasi Amanusa yang Polri gelar dari 3 Juli 2021 sampai tanggal 2 Agustus 2021," ungkap Kapolres saat baksos di wilayah Siraman III, Kalurahan Siraman, Kapanewon Wonosari.

Kapolres menyebut bahwa meskipun direncanakan hingga 2 Agustus mendatang, penutupan arus sewaktu-waktu bisa berubah. 

Bila PPKM Darurat diperpanjang, ada kemungkinan penutupan arus pun akan diberlakukan selama kebijakan tersebut berjalan.

"Kita menunggu kebijakan dari satuan atas," ungkapnya.

Kapolres mengimbau agar masyarakat bisa tetap patuh protokol kesehatan dan mengurangi kegiatan atau aktivitas di luar ruangan.

"Kurangi mobilitas kalau tidak emergcency," ungkapnya.

Sementara itu KBO Satlantas Polres Gunungkidul, Iptu Ristanto menjelaskan bahwa penutupan jalur diberlakukan di empat titik di seputaran kota Wonosari. Keempatnya yakni Jalan Masjid tepatnya barat Alun-alun Wonosari, depan Rumah Dinas Bupati atau sisi Timur Alun-alun Wonosari, depan Komplek Bangsal Sewokoprojo ke selatan, serta jembatan Kali Besole ke barat. Selain menutup arus, polisi juga memberlakukan penyekatan kendaraan dari luar daerah di beberapa pintu masuk menuju Gunungkidul.

"Intinya penutupan arus memang untuk mengurangi mobilitas masyarakat, karena data Dinas Kesehatan saat ini Gunungkidul masuk zona merah," terang Ristanto.

Lebih lanjut dikatakan, bahwa dengan berkurangnya mobilitas masyarakat diharapkan angka penyebaran Covid-19 di Gunungkidul berkurang. Masyarakat juga diharapkan memahami bahwa hanya sektor kritikal seperti keamanan, energi, kesehatan, logistik dan sejenisnya yang boleh melakukan aktivitas luar ruangan 100 persen. Sedangkan sektor non esensial seperti tempat rekreasi, hiburan dan sejenisnya 100 persen work from home.

"Sektor esensial seperti sektor keuangan dan perbankan 50 persen WFH, 50 persen WFO," terangnya.