Diminta Mundur, Pak Lurah : Kalau Itu Kita Pikirkan Dulu
Pemerintahan

Diminta Mundur, Pak Lurah : Kalau Itu Kita Pikirkan Dulu

Nglipar, (gunungkidul.sorot.co)--Pemerintah Kalurahan Pengkol, Kapanewon Nglipar menerima kritik pedas dari warganya. Bukan tanpa sebab, kritik yang disampaikan ini akibat penilaian buruk kinerja jajaran pamong dan lurah dalam mengatasi persoalan pandemi Covid-19.

Bahkan dalam kritikan tersebut, Lurah Pengkol, Margiyanto sampai diminta untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Lurah lantaran dianggap tidak bisa mengemban amanah.

Salah satu kritik pedas ini disampaikan oleh Andri Susilo, koordinator relawan tanggap Covid-19 di Kalurahan Pengkol. Dengan tegas, Andri mengatakan rasa kekecewaannya terhadap kinerja Lurah yang tidak bisa menjalankan tugasnya dengan baik. Bahkan ia sampai meminta Lurah untuk mundur dari jabatannya jika tidak bisa membenahi kinerjanya.

"Saya sampaikan disini, selama ini kita sudah bekerja keras di lapangan, tapi selama ini dari pemerintah Kalurahan tidak pernah memberikan perhatian kepada teman-teman relawan. Sampai-sampai APD yang kita gunakan ini kita beli dengan biaya pribadi, patungan, selama ini mana perhatian dari kalurahan. Kalau memang bapak sebagai Lurah tidak sanggup menjalankan tugas, lebih baik mengundurkan diri saja," ujar Andri dalam rapat Koordinasi yang dilaksanakan di Balai Kalurahan Pengkol, Jumat (16/07/2021) siang.

Ia mengatakan bahwa selama ini relawan bergerak tanpa ada perintah dari kalurahan. Dirinya menyebut relawan tanggap Covid-19 ini sebagai relawan liar. Hal ini dikarenakan anggota relawan merasa dibiarkan begitu saja oleh pemerintah kalurahan. 

Ia pun sangat menyayangkan dengan sikap dari pamong dan Lurah Pengkol yang kurang memberi simpati kepada warga yang anggota keluarganya meninggal akibat terpapar virus Covid-19.

Selain itu, pemerintah kalurahan dinilai lamban dalam melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait saat ada warga yang meninggal dan harus dikuburkan dengan prokes ketat.

"Selama ini kita kerja sendiri. Mana ada koordinasi yang dilakukan sama pemerintah kalurahan. Bahkan untuk proses pemakaman saja, kita harus mencari perlengkapan sendiri, tidak ada perhatian khusus dari pemerintah kalurahan," ucap Andri kepada sorot.co usai rapat koordinasi Bamuskal dan Lurah beserta Pamong Pengkol.

Terkait dengan adanya kritik tersebut, Lurah Pengkol, Margiyanto menyampaikan akan memikirkan ulang jika dirinya diminta untuk mundur dari jabatannya sebagai Lurah.

"Kalau untuk itu (penanganan Covid-19) kita sudah bekerja. Tapi kalau masalah untuk mundur, kita pikirkan dulu," ujarnya.

Margiyanto mengatakan, setelah menerima kritikan dari beberapa perwakilan relawan tanggap Covid-19 dan anggota Bamuskal, pihaknya akan melakukan perbaikan dan bekerja secara lebih optimal dalam menangani kasus Covid-19.