Dipertanyakan Warga, Lahan Bekas SD Bersertifikat Atas Nama Mantan Lurah
Pemerintahan

Dipertanyakan Warga, Lahan Bekas SD Bersertifikat Atas Nama Mantan Lurah

Paliyan, (gunungkidul.sorot.co)--Sebidang tanah bekas SD Karangmojo 1 di wilayah Kalurahan Grogol, Kapanewon Paliyan, menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat belakangan ini. Bagaimana tidak, beredar kabar lahan bekas SD itu diduka justru bersertifikat atas nama mantan Lurah Grogol.

Salah satu warga setempat yang tidak mau disebut namanya mengatakan, berubahnya status tanah tersebut terjadi usai SD Karangmojo 1 terkena Regrouping atau penggabungan sekolah pada Tahun 2006. Karena sekolah mangkrak, akibatnya bangunan terpaksa dirobohkan.

"Atas alasan penyelamatan aset, justru tanah diatas namakan mantan lurah kan tidak etis," katanya, Selasa (20/7/2021).

Diklarifikasi, Badan Musyawarah Kalurahan (Bamuskal) Kalurahan Grogol, Samingun menuturkan, saat itu status tanah SD Karangmojo 1 memang sengaja disertifikatkan atas nama mantan lurah. Hal itu dilakukan untuk memenuhi kuota pemutihan sertifikat dari BPN. 

"Katanya untuk memenuhi kuota, padahal masyarakat saat itu banyak yang belum memiliki sertifikat," katanya.

Sebagai Bamuskal upaya penyelesaian kasus tersebut terus dilakukan. Namun hingga saat ini hal itu belum juga menemukan titik terang.

Samingun mengutarakan bahwa dalam waktu dekat ini ada masyarakat yang akan mengirim surat kepada bupati agar masalah tersebut cepat selesai.

Terpisah, anggota Bamuskal lain, Setya Budi Santoso mengatakan, tanah SD Karangmojo 1 merupakan tanah pemberian warga, yakni sekitar Tahun 1950. Tanah memang sengaja diatas namakan lurah untuk upaya penyelamatan aset.

"Setelah SD bubar karena regrouping tanah tidak digarap demi penyelamatan sertifikat dibuat atas nama bapak Sugiyarto," katanya.

Ia menambahkan, pihak Sugiyarto sudah membuat surat pernyataan bahwa pembuatan sertifikat tersebut murni sebagai penyelamatan aset.

"Pada saat itu tidak dibahas bersama kalau mau menserfikatkan tanah bekas SD. Hanya setelah akhir jabatan saya baru tahu dan saat itu BPD menyarankan tanah itu buat tukar guling buat balai padukuhan 3 dusun, tapi belum terlaksana," jelasnya.

Mantan Lurah Grogol, Sugiyarto yang menjabat dari tahun 1996 - 2014 itu hingga kini belum berhasil dikonfirmasi. Soro.co berusaha menghubungi via sambungan telepone selular, namun tidak mendapatkan jawaban.