Mantan Anak Buah Ki Seno Banting Setir Jadi Pembuat Piranti Makam
Ekonomi

Mantan Anak Buah Ki Seno Banting Setir Jadi Pembuat Piranti Makam

Playen,(gunungkidul.sorot.co)--Datangnya pandemi Covid-19 telah membuat banyak orang kehilangan pekerjaan. Tak sedikit pula yang hingga kini masih menganggur. Namun demikian ada pula sebagian yang berani berspekulasi untuk menjadi seorang wirausahawan.

Seperti yang dilakoni Haris Dwiyanto (32) warga Padukuhan Gedad, Kalurahan Banyusoco, Kapanewon Playen. Ia tetap berusaha membuktikan dirinya bisa bertahan dalam situasi sulit ini dengan beralih menjadi pembuat plasar (alas batu nisan). Bahkan, pekerjaan ini ia jadikan sebagai bisnis utamanya saat ini untuk menghidupi keluarga.

Sebelumnya, Haris merupakan saalah satu anak buah dari dalang kondang Ki Seno Nugroho yang bekerja sebagai operator sound. Namun sejak adanya pandemi dan setelah kepulangan Ki Seno menghadap Sang Khalik, ia harus memutar otak agar tetap bisa menghasilkan uang untuk makan istri dan kedua buah hatinya.

"Awalnya saya kerja ikut di proyek bangunan, terus dari situ saya dikasih ide sama mandor saya untuk buka usaha sendiri. Lha mandor saya itu menyarankan saya untuk membuat piranti makam ini," ujar Haris, Jumat (10/09/2021).

Melihat peluang usaha yang cukup baik ini, akhirnya dia memutuskan untuk mengikuti saran dari mandornya, hingga pada akhirnya ia bisa bertahan sampai saat ini. 

"Kurang lebih ya sudah satu tahun, untuk modalnya hitungan kasar itu Rp 100 ribu, kalau sudah jadi barang siap jual saya bisa dapat sekitar Rp 300 ribu," imbuhnya.

Dalam satu bulan, dirinya bisa melakukan 2 kali pengiriman ke toko langganannya. Satu kali kirim, biasanya dia mendapatkan pesanan 15 plasar dengan harga satuannya Rp 120 ribu.

"Kalau sekarang saya baru ngirim ke daerah Bantul, baru satu toko. Karena saya lihat peluangnya cukup bagus. Saya punya rencana untuk mengembangkan usaha ini," katanya.

Haris meyakini bahwa semakin jauh kedepan lokasi tempat pemakaman akan semakin sempit, sehingga untuk menghemat ruang peletakan batu nisan harus menggunakan plasar seperti yang ia buat saat ini.

"Kalau di makam yang masih lebar tempatnya itu biasanya kalau buat nisan pakai pondasi. Tapi kalau di lokasi-lokasi makam yang sudah sempit, batu nisan cuma ditumpangkan ke plasar biar lebih hemat ruang," pungkasnya.