Cerita Sedih Dibalik Jeruji Terpidana Mati Mary Jane
Hukum & Kriminal

Cerita Sedih Dibalik Jeruji Terpidana Mati Mary Jane

Wonosari, (gunungkidul.sorot.co)--Sebelas tahun sudah perempuan asal Filipina Mary Jane Fiesta Veloso menanti hukuman matinya. Perempuan yang ditangkap pada tahun 2010 silam karena kedapatan membawa heroin seberat 2,5 kilogram di Bandara AdisuciptoYogyakarta kini berada di Lapas Perempuan Kelas II B Yogyakarta, Wonosari, Kabupaten Gunungkidul.

Selama berada di dalam tahanan, Mary Jane banyak melakukan aktifitas positif mulai dari membuat batik tulis, bermain musik, dan melakukan kegiatan rohani bersama tahanan perempuan lainnya.

Selain membuat kain batik, bermain musik, Mary Jane juga memiliki kegiatan lain seperti membuat kain rajut dan menari. Dikatakan olehnya, hasil penjualan dari karyanya itu ia gunakan untuk membeli kebutuhan sehari-hari dan sesekali diberikan untuk keluarganya di Filipina.

Bahkan, saat tim sorot.co berkesempatan berkomunikasi dengannya di Lapas, Mary Jane sangat fasih menggunakan Bahasa Indonesia dan justru ia sampai kesusahan saat diminta berbicara menggunakan bahasa asalnya, Filipina.

Selama kurang lebih 12 tahun hidup di penjara, dirinya merasa lebih tenang dan lepas dalam menjalani hukuman. Hal itu berkat dukungan teman-teman di Lapas serta perlakuan yang baik dari petugas Lapas.

"Puji Tuhan, mungkin karena saya sudah jalani (masa tahanan) hampir 12 tahun jadi saya sudah bisa menyesuaikan diri dan teman-teman juga petugas juga baik-baik dan saya selalu bersyukur saja dalam menjalani hidup," kata Mary Jane saat ditemui di dalam Lapas baru-baru ini.

Meskipun kini ia ditetapkan sebagai terpidana mati, namun dibalik kasus yang menjeratnya itu ia merasa tidak bersalah karena dirinya adalah korban yang dijebak oleh teman yang baru ia kenal. Ibu dari dua orang anak ini masih memiliki harapan untuk pulang dan bisa berkumpul lagi bersama keluarganya. 

"Saya mohon doa kepada orang diluar sana yang bahkan saya tidak kenal tetapi mau memperjuangkan saya untuk mendapatkan keadilan agar saya bisa pulang. Pesan saya untuk siapapun, jangan mudah percaya dengan teman atau orang yang baru dikenal. Karena ini yang saya alami karena saya terlalu percaya dan inilah yang saya dapatkan," ujarnya dengan suara menahan tangis.