Sudah Lewat Jatuh Tempo, Baru 48 Kalurahan Lunasi PBB
Peristiwa

Sudah Lewat Jatuh Tempo, Baru 48 Kalurahan Lunasi PBB

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Gunungkidul mencatat hingga tanggal jatuh tempo 30 September 2021, dari 114 kalurahan, baru ada 48 kalurahan telah melunasi pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun 2021.

Sementara itu, dari 16 kapanewon yang ada, baru 2 kapanewon yang sudah melunasi pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan, diantaranya adalah Kapanewon Gedangsari dan Kapanewon Purwosari.

Berdasarkan data di BKAD Gunungkidul, penerimaan PBB yang selesai ditanggal jatuh tempo berkisar Rp 20 miliar dari total target sebesar Rp 22 miliar pada tahun 2021.

Kepala Bidang Penagihan, Pelayanan dan Pengendalian BKAD Kabupaten Gunungkidul, Supriyatin menyampaikan, pihaknya masih terus melakukan intensifikasi ke wilayah kalurahan dan mengkomunikasikan persoalan ini kepada lurah dan dukuh untuk mengejar target penerimaan pajak PBB hingga akhir tahun 2021 bisa selesai.

"Secara umum memang masih ada desa yang capaiannya masih kurang. Bulan ini kita akan melakukan penyisiran di desa-desa yang capaiannya masih dibawah rata-rata," ujarnya, Jumat (09/10/2021).

Menurut Supriyatin, ada beberapa persoalan di lapangan yang dihadapi sehingga penagihan Pajak Bumi dan Bangunan tidak bisa selesai pada tanggal jatuh tempo yang telah ditentukan. Pihaknya mengalami kesulitan menemukan wajib pajak yang sebelumnya telah menjual tanah atau bangunannya. 

"Jadi banyak SPPT yang belum terbayarkan karena tanahnya dijual kepada orang lain, tetapi jualnya lewat makelar dan belum ada proses balik nama," imbuhnya.

Supriyatin berharap, bagi wajib pajak yang telah menjual tanah atau bangunan untuk segera melakukan proses balik nama. Sehingga, pembayaran pajak bisa dilakukan lebih cepat.

"Kami punya data base atas tanah tersebut, artinya akan kita tunggu proses balik nama legal firma dan pada proses itu akan kita tagih tunggakan beserta dendanya," pungkasnya.