Sindikat Pembobol KUA Diringkus, Pelaku Jual Buku Nikah untuk Pasangan Tak Resmi
Hukum & Kriminal

Sindikat Pembobol KUA Diringkus, Pelaku Jual Buku Nikah untuk Pasangan Tak Resmi

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Sindikat pencuri Kartu Nikah yang membobol dua Kantor Urusan Agama (KUA) di Kabupaten Gunungkidul berhasil diringkus petugas Sat Reskrim Polres Gunungkidul.

Kapolres Gunungkidul, AKBP Aditya Galayuda Ferdiansyah menjelaskan, pengungkapan sindikat pencuri kartu nikah bermula dari adanya laporan dua KUA di Kapanewon Patuk dan Playen.

"Yang Patuk itu ketahuan dibobol pada pukul 05.00 WIB. Sementara di Playen pukul 05.30 WIB," ujar dia saat acara jumpa pers di ruang Humas Polres Gunungkidul, Rabu (13/10/2021).

Adapun modus yang digunakan di dua KUA tersebut hampir sama yaitu dengan mencongkel pintu utama. Dalam aksinya, pelaku menargetkan barang-barang berharga seperti laptop dan buku nikah. 

Sementara itu, di KUA Patuk pelaku berhasil menggondol beberapa unit laptop, 168 akta buku nikah, 122 lembar blangko surat nikah, 424 kartu nikah dan 70 duplikat buku nikah. Dengan kerugian diperkirakan mencapai Rp 10 juta.

Kemudian, di KUA Playen pelaku menggondol 1 laptop dan 1 buah LCD Proyektor, 67 buku nikah, 22 buah duplikat buku nikah dan kartu nikah 200 keping. Kerugian diperkirakan mencapai Rp 15 juta.

Dari kedua laporan tersebut, pihaknya kepolisian kemudian melakukan penyelidikan dan mendapatkan informasi tentang adanya satu rombongan orang tak dikenal sedang berada di SPBU Patuk.

"Tanggal 30 Agustus 2021 lalu, kami mendapat informasi tentang ciri-ciri yang identik dengan keberadaan orang tak dikenal tersebut," ungkapnya.

Setelah mengantongi identitas pelaku, polisi akhirnya melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan pelaku di dua tempat berbeda.

"Pelaku pertama berhasil kita amankan di daerah Jakarta dan satunya di daerah Bandung," imbuhnya.

Adapun kedua pelaku yang berhasil diamankan yakni PH (42) warga Bogor, Jawa Barat dan AA (41) warga Jakarta Selatan. Sementara pelaku lainnya yakni ED hingga saat ini masih buron.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Gunungkidul, AKP Riyan Permana menambahkan, dari keterangan para pelaku kartu nikah tersebut dijual kepada sindikat penyedia jasa nikah siri ataupun pemalsuan kartu nikah yang banyak terdapat di wilayah Bogor.

"Mereka memang menyediakan Kartu Nikah untuk penyelenggara nikah siri," ujar dia.

Oleh pelaku, buku-buku nikah tersebut dijual seharga Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 363 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan ancaman hukuman paling lama 7 tahun penjara.