Minta Kejelasan Nasib, Pokdarwis Pantai Widodaren Datangi Kantor Lurah
Wisata

Minta Kejelasan Nasib, Pokdarwis Pantai Widodaren Datangi Kantor Lurah

Saptosari,(gunungkidul.sorot.co)--Sejumlah warga perwakilan anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pantai Widodaren di Kalurahan Kanigoro, Kapanewon Saptosari, Kabupaten Gunungkidul mendatangi kantor Lurah setempat pada Rabu (11/05/2022) pagi.

Kedatangan mereka adalah untuk menuntut dan meminta kejelasan nasib pengelolaan wilayah Pantai Widodaren yang menurut mereka bermasalah.

Ketua Pokdarwis Pantai Widodaren, Marjianto mengatakan, persoalan tersebut muncul setelah lahan wisata yang mereka garap dari nol justru disewakan kepada investor.

Pertama kali yang membuka akses jalan itu kami, warga. Tetapi setelah itu semua jadi kok kami mendapatkan kabar kalau Pantai Widodaren itu disewakan kepada pengembang,” ujarnya, Rabu (11/05/2022).


Kekesalan warga muncul lantaran mereka merasa tidak menerima informasi adanya kerjasama antara pemerintah kalurahan dan investor. Bahkan, sebagian lokasi sudah dibangun tembok pembatas, selain itu akses jalan menuju pantai juga ditutup menggunakan portal. 

Selain itu, mereka meminta adanya keterbukaan informasi terkait pembangunan ruko-ruko di dekat pantai. Menurut Marjianto, letak pembangunan ruko tidak sesuai dengan kesepakatan awal yang telah ditentukan.

Kami juga ingin menanyakan kejelasan pembangunan ruko dari CSR, mengapa pembangunan ruko tidak sesuai dengan kesepakatan awal. Mulai dari lokasinya sampai luas petak ruko yang berubah menjadi lebih kecil,” ujarnya.

Dalam pertemuannya yang juga disaksikan pihak kepolisian, Marjianto beserta warga lainnya menginginkan pembongkaran tembok serta pembukaan portal yang menutupi akses jalan. Pasalnya, selama ini baik warga maupun wisatawan tidak bisa masuk menuju pantai.

Sementara itu, Lurah Kanigoro, Suroso mengatakan jika tidak ada penutupan akses jalan. Menurutnya, persoalan tersebut merupakan kesalahpahaman dari warga.

Kami tidak menutup akses jalan utama. Kalau portal itu dipasang lantaran untuk jalan truk pengangkut material,” ucap dia.

Kemudian, terkait perubahan luas petak ruko, menurutnya hal tersebut menjadi keputusan pihak ketiga atau pemberi CSR. Ia sendiri mengakui jika ada perubahan luas petak ruko lantaran adanya penyesuaian jumlah ruko yang dibangun.

Awalnya itu ukuran 4 x 3 meter dengan jumlah 44 petak ruko. Tetapi karena ada permintaan penambahan jumlah ruko menjadi 73 dari warga akhirnya luas ruko diperkecil menjadi 2,5 x 3 meter. Itu bukan kami yang menentukan. Kan dana CSR itu Rp 1 miliar, sementara CSR membuat keputusan rukonya ditambah tetapi ukurannya diperkecil,” jelasnya.

Kemudian, terkait kedatangan investor pihaknya mengaku sudah memberikan informasi kepada warga. Ia juga mengatakan bahwa pihaknya sudah memberikan MoU kepada investor yang sudah disepakati.

Dalam kerjasama dengan investor sudah ada MoU dan dalam MoU itu semua masyarakat Kanigoro boleh ikut berjualan. Kami akan tegur jika memang ada yang tidak sesuai dengan kesepakatan,” tegasnya.

Sementara itu hasil audensi yang dilakukan ini, pihak kalurahan menyepakati dan menerima permintaan dari warga.

Untuk masalah ruko akan kita usahakan nanti penambahan menggunakan anggaran dana desa. Selain itu untuk portal juga akan kami buka,” jelasnya.