Blangkon Karya Ratno Banyak Diminati Para Pelaku Seni
Ekonomi

Blangkon Karya Ratno Banyak Diminati Para Pelaku Seni

Karangmojo,(gunungkidul.sorot.co)--Blangkon karya tangan Ratno, perajin asal Padukuhan Bulu, Kalurahan Bejiharjo, Kapanewon Karangmojo banyak diminati oleh kalangan pelaku seni.

Untuk membuat blangkon, Ratno menggabungkan beberapa bahan. Aneka bahan itu harus melalui beberapa proses sebelum menjadi blangkon yang siap pakai.

Bahan baku pembuatan blangkon itu ada kain batik, mendong, dan kain katun. Untuk proses pembuatannya itu pertama dari mulai bikin pola lalu bahan diwiru, habis itu dipasang ke cetakan dirangkai jadi satu,” kata Ratno, Sabtu (13/08/2022).


Kerumitan pembuatan blangkon yang otentik membuat Ratno hanya mampu memproduksi dalam jumlah terbatas dalam satu harinya. 

Satu blangkon itu kurang lebih butuh waktu sekitar 2 jam baru jadi. Soalnya bikin sendiri paling, kadang dibantu istri. Kalau perhari total ya paling 3 - 4 blangkon bisa saya bikin,” ujarnya.

Harga jual blangkon pun bervariatif, mulai dari puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah. Harga yang terjangkau membuat blangkon buatannya diminati banyak orang, termasuk para pelaku seni.

Harga blangkon itu mulai dari yang paling murah itu Rp 70 ribu sampai Rp 500 ribu, tergantung bahan yang digunakan. Untuk yang beli itu mulai dari instansi, karena sekarang wajib setiap Kamis Pahing pakai baju adat tradisional Jawa itu. Sama para pelaku seni gitu juga kadang pesen sini. Contohnya kemarin rombongan Mas Tejo itu pesennya di sini,” tutur Ratno.

Hasil Blangkon karya tangannya itu ia pasarkan melalui sosial media dan melalui perantara dari mulut ke mulut pelanggannya.

Misalnya lagi nganter pesanan orang ke kantoran, terus dikasih tahu, lalu nanti temen-temennya itu ikut pesan ke saya,” tambahnya.

Usaha yang telah ia tekuni sejak 2005 silam ini mampu memenuhi kebutuhan hidup keluarganya hingga sekarang. Selain sebagai sumber penghidupan, menggeluti kerajinan blangkon ini juga merupakan kepuasan tersendiri bagi Ratno.

Ya karena sekaligus bisa ikut melestarikan busana adat tradisional Jawa,” pungkas dia. (Adimas)