Pemerintah Cepat Atasi Masalah Genangan Air di Pantai Slili dan Sadranan
Peristiwa

Pemerintah Cepat Atasi Masalah Genangan Air di Pantai Slili dan Sadranan

Tepus, (gunungkidul.sorot.co)--Pemerintah turun tangan secara langsung guna mengatasi permasalahan genangan air di depan pintu masuk kawasan Pantai Slili dan Sadranan di Kalurahan Sidoharjo, Kapanewon Tepus, yang sudah menjadi permasalahan selama bertahun-tahun.

Ketua Pokdarwis Pantai Slili, Agus Budiharjo mengatakan bahwa permasalahan genangan air tersebut sudah mereka rasakan selama kurang lebih 2 tahun lamanya. Berbagai upaya dengan menggunakan swadaya telah mereka lakukan untuk mengatasinya, namun upaya tersebut hanya berujung sebagai solusi sementara bukan permanen.

Itu kurun waktunya udah 2 tahun. Setiap hujan itu pasti tergenang. Penyebabnya dulu dari warga sendiri nggak memikirkan untuk drainase pembuangan airnya ketika melakukan pembangunan. Jadi asal uruk. Terus itu kan cekungan, tiap hari makin parah karena kan sudah nggak bisa meresap lagi. Dulu swadaya hanya diuruk keprus, tapi karna tidak dibikin selokan dan terkikis terus sama roda akhirnya habis lagi, genang lagi. Gitu terus kasusnya,” jelas Agus Budiharjo, Selasa (22/11/2022).

Genangan air yang memiliki kedalaman terdalam sekitar 30 cm itu sangat menyulitkan baik teruntuk para wisatawan maupun warga sekitar situ sendiri bila hendak melewati kawasan itu. Padahal kawasan itu merupakan titik vital dimana merupakan pintu masuk menuju kawasan pantai Slili dan Sadranan. 

Warga sini sendiri kalau tahu hujan lebih milih muter lewat krakal, nggak berani lewat situ. Soalnya kalau motor yang udah tua pasti mogok. Kadang sering kasian rombongan bus dari berbagai daerah mungkin kesini niatnya rekreasi, baru turun bus harus lepas sepatu gulung celana karena banjir itu,” ungkap Agus.

Namun kini, semua itu tak perlu lagi dikhawatirkan, sebab pemerintah melalui Dinas PUPR Kabupaten Gunungkidul telah melakukan perbaikan akses pantai slili tersebut. Adapun perubahan tersebut meliputi pengaspalan ulang jalan yang menggenang sepanjang kurang lebih 50 meter itu dan pembuatan drainase bagi kawasan tersebut.

Pengerjaan tersebut sudah dimulai sejak 10 November 2022 lalu dan diperkirakan akan selesai dalam kurun waktu kurang lebih 45 hari. Nilai pekerjaannya mencapai Rp 199,7 juta.