Ini Upaya Piyaman Demi Bisa Sandang Status Kalurahan Budaya
Budaya

Ini Upaya Piyaman Demi Bisa Sandang Status Kalurahan Budaya

Wonosari, (gunungkidul.sorot.co)--Kalurahan Piyaman, Kapanewon Wonosari telah berstatus sebagai Kalurahan Rintisan Budaya, tengah mengusahakan berbagai upaya agar dapat naik status menjadi Kalurahan Budaya.

Lurah Piyaman, Tugino menjelaskan bahwa saat ini dirinya bersama Pemkal tengah berupaya agar Kalurahan Piyaman mampu naik dan mampu menyandang gelar Kalurahan Budaya. Adapun upaya yang dilakukan dengan cara menggencarkan program yang berkaitan erat dengan seni budaya, adat dan tradisi sekaligus melestarikannya.

Untuk naik status itu kan butuh kerja keras. Adat dan tradisi itu kan masih mengakar, contohnya Gumbregan, Mitoni dan rasulan itu kita lestarikan. Sama juga sewaktu Kamis Pahing itu wajib menggunakan pakaian mataraman komplit,” jelas Tugino, Rabu (30/11/2022) siang.

Guna mendukung hal tersebut, pihaknya juga berupaya dengan cara melestarikan dan mengembangkan dua cagar budaya. Salah satunya adalah cagar budaya rumah tradisional Pairah Martodihardjo yang terletak di Padukuhan Piyaman I, Kalurahan Piyaman, Kapanewon Wonosari. 

Hal itu dibuktikan dengan bangunan tersebut telah diresmikan berdasarkan SK Bupati Gunungkidul, Nomor: 274/KPTS/2019 bahwa bangunan itu dilindungi undang-undang RI Nomor 11 tahun 2010 Tentang Cagar Budaya.

Kelanjutannya pembangunan itu (cagar budaya) kita usulkan ke pemerintah kabupaten, kemudian ke Kundha Kabudayaan terus nanti ke Paniradya,” imbuhnya.

Tugino mengungkapkan, apabila nantinya setelah dikembangkan cagar budaya itu mampu menarik perhatian wisatawan untuk berkunjung sekaligus mempelajari peninggalan budaya itu, maka secara tidak langsung mampu meningkatkan perekonomian warga.

Selain itu juga harapan nantinya apabila telah menyandang status Kalurahan Budaya, para pelaku seni di Kalurahan Piyaman dapat meningkat kualitasnya.

Seperti kalurahan budaya yang lain itu akan dapet gamelan perunggu. Nanti semisal punya fasilitas seperti itu, para pelaku seni karawitan bisa semakin berkembang. Kalau sekitar sini ada hajatan, nantinya bisa ngundang para pelaku seni karawitan ini nggak harus campursari dari luar,” harap Tugino.