Empu Muda Asli Gunungkidul Ini Banjir Orderan Keris Sampai ke Luar Kota
Budaya

Empu Muda Asli Gunungkidul Ini Banjir Orderan Keris Sampai ke Luar Kota

Wonosari, (gunungkidul.sorot.co)--Tak semua orang mampu untuk membuat tosan aji atau benda pusaka warisan nenek moyang. Namun di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, seorang empu muda kini telah mampu membuat keris pusaka dengan kualitas istimewa.

Godo Priyantoko (40) atau dikenal dengan nama Empu Godo merupakan salah satu Empu muda asli Gunungkidul yang kini karya-karyanya sudah sampai luar kota.

Godo menjelaskan bahwa ia belum lama menekuni sebagai pembuat tosan aji.

Saya produksi dan membuat tosan aji di besalen ini masih baru dan belum lama, sekitar tahun 2022 hingga sekarang,” jelasnya saat ditemui di besalen miliknya di Padukuhan Kajar 2, Kalurahan Karangtengah, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Kamis (21/12/2023).


Ia sudah mulai belajar tentang pembuatan keris sejak tahun 2018. Kegiatan dimulai dari menempa alat pertanian dengan bahan pamor dan akhirnya bisa menyelesaikan pesanan berupa sebuah keris. 

Selain pesanan dari pejabat, politikus, dan pengusaha dari berbagai daerah, dirinya kerap membuat keris untuk diikutsertakan dalam sebuah acara pameran komunitas pecinta tosan aji di dalam atau pun luar daerah.

Belum lama ini karya saya ikut serta diacara pameran di daerah Jawa Tengah, beberapa hari kemaren juga hadir dan ikut dalam acara pameran di ISI Yogyakarta,” jelasnya.

Dalam menyelesaikan pekerjaannya Empu Godo dibantu satu orang Panjak yang menjadi karyawannya. Dalam produksinya saat ini kebutuhan areng jati masih menjadi kendala.

Empu Godo menjelaskan bahwa kebutuhan areng jati masih sulit didapatkan karena jarang ada produsen areng yang full bahannya dari kayu jati kebanyakan areng yang dijual dari kayu jawa campuran. Sedangkan untuk mendapatkan kualitas api yang bagus memang tidak semua bahan kayu bisa digunakan.

Walaupun karya-karyanya sudah sampai dipesan oleh pejabat luar daerah, Empu Godo meneceritakan bahwa sampai saat ini belum adanya bantuan dari pemerintah daerah untuk pengembangan usahanya.

Khususnya pemerintah daerah Gunungkidul sendiri belum ada tidak lanjut apapun dengan usaha saya dalam pelestarian tosan aji ini. Tapi kalau pemerintah dari daerah lain malah sudah kesini memberikan apresiasi, bahkan sempat mengajak kerjasama,” ungkap Empu Godo blak-blakan.

Kini puluhan pesanan sudah mengantre pada jadwal produksinya. Untuk harga keris, Empu Godo mematok harga sesuai dengan bentuk pesanan dan bahan yang digunakan, yakni mulai dari harga Rp 1,5 juta – Rp 5 juta untuk sebuah keris. (aldo)