Klarifikasi Dukuh Seneng Diwarnai Walk Out Warga
Hukum & Kriminal

Klarifikasi Dukuh Seneng Diwarnai Walk Out Warga

Wonosari, (gunungkidul.sorot.co)--Klarifikasi terbuka Dukuh Seneng, S di hadapan warga diwarnai aksi walk out oleh warga. Aksi WO ini buntut dari kekecewaan warga karena S selalu membantah tuduhan warga.

Sebelumnya warga telah mendengar klarifikasi dari S. Namun menurut warga, dalam penyampaian S terlalu normatif dan berdalih dari semua tuduhan yang disampaikan oleh warga.

Lantas saat klarifikasi memasuki sesi terakhir yang akan diungkapkan pengacara hukum S warga secara serentak meninggalkan Balai Padukuhan Seneng dengan tidak menemui poin hasil klarifikasi.

Menanggapi hal itu, Pengacara Hukum S, Tomy Harahap menilai cara seperti ini salah. Menurutnya, jika dilandaskan dalam Perbup No. 73 Tahun 2021 tidak ada cara menjatuhkan sanksi dengan cara klarifikasi terbuka dengan mengumpulkan massa.

Tapi caranya adalah Pak Lurah membuat tim, tim itu yang menelusur lalu ditindaklanjuti oleh Pak Lurah untuk kemudian membuat berita acara baru ditetapkan sanksi. Cara seperti ini nggak sah,” ujar Tomy Harahap saat Klarifikasi terbuka di Balai Padukuhan Seneng, Kalurahan Siraman, Kapanewon Wonosari, Gunungkidul, Minggu (04/02/2024).


Ia menambahkan langkah-langkah berikutnya yang akan ditempuh tetap sesuai peraturan ditetapkan yang berlandaskan pada UU yang berlaku. 

Tuduhan yang dilayangkan pada kliennya itu jangan dijadikan sebuah dasar tanpa dilandasi oleh fakta hukum. Kliennya tersebut bersedia menerima setiap panggilan dan menjalani prosedur.

Jadi jangan tuduhan ini dibuat atas dasar emosi saja tetapi harus ada fakta hukum yang jelas,” ungkap Tomy Harahap.

Terpisah, Lurah Siraman, Damiyo mengatakan penyelesaian ini akan diselesaikan secara tidak buru-buru dan gegabah. Sebelumnya ia telah menurunkan tim investigasi guna membuka fakta dibalik dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan S.

Fakta temuan ini akan dikaji terlebih dahulu oleh tim investigasi. Dan bagaimanapun roda pemerintahan tetap harus berlangsung seperti biasanya,” ujar Damiyo.

Diberitakan sebelumnya bahwa warga menduga S telah menggelapkan uang Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) warga Padukuhan Seneng dengan nominal kurang lebih Rp 9 juta. S juga diduga telah memanipulasi upah tukang dan tenaga proyek di Padukuhan Seneng, sehingga uang yang diterima para pekerja tidak sesuai dengan SPJ. Bahkan S juga dituduh melakukan perselingkuhan. Hal ini dilakukan secara berulang kali dalam jangka waktu yang lama. Oleh karena itu dukuh dituntut mengundurkan diri oleh warga.