Budidaya Pembesaran Lobster Laut di Gunungkidul, Optimalisasi Potensi Laut untuk Peningkatan Kesejahteraan Rakyat
Ekonomi

Budidaya Pembesaran Lobster Laut di Gunungkidul, Optimalisasi Potensi Laut untuk Peningkatan Kesejahteraan Rakyat

Wonosari, (gunungkidul.sorot.co)--Laut Gunungkidul sepanjang 70 kilometer dipenuhi rongga karang dan terumbu karang yang masih terjaga kelestariannya sehingga cocok untuk hidup dan berkembang Udang Karang (Lobster).

Potensi alam laut Gunungkidul yang kaya ini terus diincar oleh mafia kelautan sebagai wilayah yang subur dalam melakukan pencurian Benih Bening Lobster (BBL) untuk di ekspor secara ilegal.

Penjarahan BBL sangat merugikan dan mengancam populasi lobster di perairan laut Gunungkidul, sehingga pemerintah DIY dan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul perlu mencegahnya.

Selain menjaga populasi lobster yang terancam penjarahan, pemerintah perlu mengembangkan budidaya lobster laut yang diharapkan mampu meningkatkan pendapatan rakyat dan menjadi kabupaten yang mampu menjadi eksportir lobster laut hasil budidaya pembesaran terbesar di Indonesia.

Budidaya pembesaran lobster laut sistem terpal yang telah berhasil dilakukan oleh pembudidaya di kota lain diharapkan mampu dikembangkan di Kabupaten Gunungkidul. Lobster ukuran lebih kurang 1 ons yang banyak ditangkap para nelayan di Gunungkidul dengan harga jual murah bisa dilakukan budidaya pembesaran hingga mencapai bobot diatas 2 ons dengan harga yang jauh lebih tinggi dan bisa di ekspor ke luar negeri.

Budidaya cacing tanah sebagai makanan pokok lobster laut yang memiliki kandungan protein tinggi akan mampu menekan biaya operasional budidaya pembesaran lobster, cacing tanah adalah makanan alternatif yang sangat disukai lobster dan mengandung nilai gizi yang tinggi.

Air laut yang dijaga dengan penanganan yang baik akan mampu digunakan sampai 2 kali panen, tentunya dengan menjaga kualitas air laut yang sesuai dengan habitat lobster di laut. (bersambung).