Usai Gagal Panen Akibat Kemarau Panjang, Kopi Gunung Gambar Mulai Berbuah
Ekonomi

Usai Gagal Panen Akibat Kemarau Panjang, Kopi Gunung Gambar Mulai Berbuah

Ngawen, (gunungkidul.sorot.co)--Budidaya kopi robusta di kawasan Gunung Gambar, Kalurahan Kampung, Kapanewon Ngawen, Kabupaten Gunungkidul kini mulai berbuah lagi setelah gagal panen akibat kemarau panjang beberapa waktu lalu.

Pegiat wisata di Gunung Gambar, Purwo Jayusman mengatakan bahwa selain dampak pohon tidak tumbuh subur, efek kemarau panjang juga berakibat dengan berkurangnya produktifitas buah kopi saat musim panen.

Efek kemarau panjang kemaren sangat terasa, bagi para petani yang sedang merintis penanaman kopi wilayah Gunung Gambar. Selain kekeringan, kurangnya perairan juga berakibat dengan kerontokan pada buah kopi,” katanya kepada sorot.co, Jumat (09/02/2024).


Menurut dia, pohon kopi yang sudah mulai menghasilkan buah adalah pohon yang ditanam pada tahun 2021 sebanyak 300 batang. 

Dari 300 pohon, yang sudah berbuah baru 150-an. Untuk hasil panen pada tahun tahun 2023 baru menghasilkan sejumlah 30 kilogram,” ucapnya.

Hasil ini merupakan upaya pengembangan akan ditingkatkan lagi dengan cara menambah jumlah populasi pada tahun 2024. Menurut dia, budidaya ini sebagai upaya mendukung pengembangan wisata di Kalurahan Kampung.

Jayus berharap, pengembangan tanaman kopi ini dapat meningkatkan antusiasme kunjungan wisatawan di Kalurahan Kampung.

Untuk sementara sudah dibuka menikmati kopi langsung ke tempat kami di Gunung Gambar, tapi belum dijual dalam bentuk kemasan. Karena terbatasnya produksi kopi dari Gunung Gambar,” kata dia.

Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Ketua Kelompok Tani Kopi Tunas Muda Mandiri, Lasno. Ia mengatakan bahwa pada tahun 2024 ini pihaknya adakan memfokuskan penambahan populasi tanaman kopi di Padukuhan Gununggambar, Kalurahan Kampung.

Kami sudah menyiapkan 2.500 bibit tanaman kopi hasil dari semai sendiri tahun 2023. Untuk selanjutnya akan kita bagikan bagai petani di sini,” ungkapnya.

Menurutnya, hampir semua petani di Padukuhan Gunung Gambar sudah memulai merintis dan mengembangkan tanaman kopi.

Semoga kedepan prospek penanaman kopi di wilayah kami semakin bagus dan bisa segera memenuhi kebutuhan pasar,” pungkas Lasno. (aldo)