Kucing Rawan Terserang Panleukopenia Saat Pancaroba
Info Ringan

Kucing Rawan Terserang Panleukopenia Saat Pancaroba

Playen, (gunungkidul.sorot.co)--Musim seperti ini seringkali membuat sejumlah hewan peliharaan seperti kucing dan anjing terserang penyakit yang disebabkan oleh virus. Untuk kucing biasanya bulan Februari hingga November menjadi masa rawan terserang penyakit Panleukopenia.

Menurut drh. Agus Riyanto, penyakit ini menyerang organ pencernaan pada kucing dengan tanda awal muntah, diare, lesu dan tidak doyan makan dan minum.

"Bulan ini sudah banyak ditemukan kasus kucing terserang penyakit yang mematikan hewan ini. Hingga hari ini saja sudah ada 5 kucing mati akibat penyakit ini," kata Agus Riyanto saat ditemui di klinik prakteknya di Kepil, Desa Logandeng, Kecamatan Playen, Minggu (30/07/2017).

Dibandingkan tahun lalu, menurut Agus, tahun ini jumlah kucing mati akibat penyakit ini akan lebih banyak lagi. Terlebih pemilik kucing jenis ras sudah mulai booming di Gunungkidul. Virus ini dapat menyerang kucing karena perawatannya yang tidak sesuai standar, salah satunya karena makanan dan kebersihan. Sementara itu untuk penularan penyakit Panleukopenia biasanya melalui air liur, kotoran dan kencing. 

Jika tidak tepat penanganannya, Agus Riyanto menambahkan, kucing yang terserang penyakit ini 85 % akan mati. Hanya dalam hitungan jam saja kucing bisa langsung bisa mati. Musim pancaroba seringkali menjadi faktor kucing mudah terserang penyakit ini.

"Tak perlu khawatir bagi yang memelihara kucing atau yang ingin memelihara. Meskipun terbilang penyakit mematikan, namun penyakit ini tidak menular dan menyerang manusia. Tetapi juga harus berhati-hati," pintanya.

Tahun-tahun lalu ada puluhan kucing yang mati akibat penyakit tersebut. Untuk pencegahan kucing harus rutin divaksin oleh dokter, kebersihan kucing dan kandang harus tetap terjaga, pemberian makanan kucing yang teratur, serta pemberian vitamin.

"Untuk makanan sebisa mungkin makanan kemasan dan diminimalisir keluar dari rumah untuk bergabung dengan kucing liar," imbuhnya.

Ia menyatakan memang biaya untuk perawatan kucing seperti ini tidaklah murah. Sebab bisa jadi uang yang dikeluarkan untuk pengobatan kucing lebih mahal dibanding dengan pengobatan manusia.