Lestarikan Pohon Besar, Seniman Gelar Pameran Krapyak Resan
Budaya

Lestarikan Pohon Besar, Seniman Gelar Pameran Krapyak Resan

Wonosari, (gunungkidul.sorot.co)--Ikatan Perupa Gunungkidul (IPG) didukung oleh Direktorat Jendral Kesenian dan Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggelar pameran seni rupa Krapyak Resan di Balai Desa Kepek, Kecamatan Wonosari. Acara mulai dilaksanakan mulai hari Sabtu (25/11) hingga 30 November mendatang. Puluhan pengunjung pun membanjiri pembukaan pameran hingga larut malam.

Dari nama Resan pun sudah terbilang menyeramkan. Namun sesungguhnya pameran ini bertujuan untuk mengungkapkan arti Resan menurut pandangan para perupa dan seniman.

Salah satu panitia acara, Sugeng Riyadi mengatakan, ia bersama anggota IPG mengangkat tema Krapyak Resan lantaran saat ini pohon beringin besar sudah mulai terlupakan di kalangan generasi sekarang. Bukan makna mistis yang diangkat dalam even ini, melainkan fungsi dari resan dalam kehidupan sehari-hari bagi manusia.

Resan berdiameter kurang lebih 1,5 meter pun dipamerkan dalam even ini. Pohon beringin yang berusia puluhan tahun itu diambil oleh panitia dari Gunung Bagus, Paliyan lantaran sudah tumbang. Dari situlah awal mula konsep Krapyak Resan diangkat oleh panitia.

"Kalau zaman dulu memang nenek moyang sering menghubung-hubungkan resan dengan tempat sakral atau tempat berkumpulnya para leluhur. Namun sesungguhnya, resan memiliki fungsi yang begitu luar biasa, salah satunya untuk perairan. Pohon besar memiliki daya serap air yang tinggi. Jadi persediaan air akan tetap ada," kata Sugeng Riyadi disela acara pembukaan.

Lanjut Sugeng, sekarang ini di Gunungkidul jumlah resan yang ada sangatlah berkurang drastis dibandingkan dengan zaman dulu. Sebagian hilang karena pengembangan bangunan dan ditebang lantaran alasan tertentu. 

Dampaknya kepedulian masyarakat untuk melestarikan resan dan budaya yang ada juga mulai berkurang. Maka dari itu, diharapkan dengan adanya pameran ini dapat menggugah kepedulian masyarakat untuk melestarikan resan dan budaya yang ada.

Selain kayu resan, panitia juga memamerkan lebih dari 30 lukisan asli dari seniman dan perupa Gunungkidul.

"Alhamdulillah kami dapat dukungan untuk menyelenggarakan even ini dengan biaya yang tidak sedikit yakni lebih dari Rp 70 juta. Persiapan ini pun terbilang singkat, hanya dalam waktu 1 bulan kita kemas konsep seperti ini," tambahnya.