Penari Kesurupan, Sebagian Lompat Pagar Hingga Menular ke Penonton
Budaya

Penari Kesurupan, Sebagian Lompat Pagar Hingga Menular ke Penonton

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Kesenian Jathilan nampaknya masih tetap populer di kalangan masyarakat Kabupaten Gunungkidul. Seni ini dimainkan secara semi kolosal yang melibatkan sekelompok penari laki-laki dan perempuan dengan memainkan karakter tertentu.

Mereka menari mengikuti iringan alat musik khas yang dimainkan oleh para penabuh. Secara monoton, mereka mengulang gerakan mengikuti irama dan tempo hingga sang penari mulai kerasukan. Aura mistis pun mulai terpancar.

Seperti suasana yang terjadi di Padukuhan Kranon, Desa Kepek, Kecamatan Wonosari, Minggu (22/07/2018) siang. Pertunjukan Jathilan yang diselenggarakan di belakang SMK ini berubah mistis kala sejumlah penari mulai kerasukan setelah kurang lebih 2 jam asyik menari menghibur ratusan penonton.

Dari sekitar 60 penari yang memainkan Jathilan, sebagian mengalami kerasukan. Bahkan beberapa penari diantaranya sampai melompat ke luar arena pertunjukan. Seakan menular ke penonton, warga bahkan sempat ikut menari bersama penari Jathilan di dalam arena pertunjukan.

Beberapa saat kemudian, para penari mulai kelelahan hingga akhirnya jatuh terdiam untuk beberapa saat sebelum akhirnya bangun dan kembali beraksi memakan sesajen yang dihidangkan sebelumnya. Butuh 1,5 jam lamanya mereka kerasukan hingga akhirnya kembali sadar.

"Sebagian besar tadi ndadi (kesurupan)," terang Suharno, pendiri Grup Jathilan Roso Manunggal asal Plembon Kidul, Desa Logandeng, Kecamatan Playen itu.

Pertunjukan seni jathilan tersebut digelar untuk memeriahkan rasulan atau bersih Desa Kepek yang sudah berlangsung hari Sabtu (21/07) kemarin. Ada 5 babak yang ditampilkan yakni Gedruk, Cewek, Barong, Cowok, dan Celeng. Total keseluruhan pertunjukan seni itu berlangsung selama 4,5 jam. 

Aman, para pawang tentu sudah siap menyembuhkan para pemain dengan sesaji dan juga cemeti,” pungkas Suharno.