Kalah dengan Gua Pindul, Eksistensi Monumen Jenderal Sudirman Terkubur
Wisata

Kalah dengan Gua Pindul, Eksistensi Monumen Jenderal Sudirman Terkubur

Karangmojo,(gunungkidul.sorot.co)--Bertahun-tahun lamanya Monomen Jenderal Sudirman yang berada di Kompleks Gua Pindul, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo dibangun. Namun eksistensi bangunan bersejarah tersebut justru kalah jauh dengan objek wisata Gua Pindul yang berada tak jauh dari lokasi.

Setiap bulannya nyaris nihil yang mau menjamah tempat yang memiliki sejarah perjuangan itu. Padahal hampir setiap harinya ratusan hingga ribuan pengunjung datang ke Desa Bejiharjo untuk berwisata susur gua. Namun miris, saat wisata berbasis pendidikan sejarah luput dari kunjungan bahkan mungkin banyak yang tak mengetahui keberadaannya.

"Semenjak saya disini dari tahun 2012 belum pernah ada wisatawan yang kesini,"terang Ade, salah seorang pemandu wisata Monumen Sudirman, Minggu (21/07/2018).

Ia mengakui, keberadaan Monumen Sudirman di Desa Bejiharjo tidak terlalu diminati wisatawan. Mereka yang kerap melihat keberadaannya justru hanya bertanya nama tempat tersebut dari kejauhan namun tak mencoba naik ke monomen yang berada di atas perbukitan itu. 

"Biasanya wisatawan hanya bertanya saja, itu tepat apa. Lalu saya jelaskan tapi tidak ada yang berniat baik. Jadi jarang ada yang berkunjung. Satu bulannya tidak pasti ada orang yang berkunjung," imbuhnya.

Memang jika melihat posisi Monumen Sudirman ini cukup membuat wisatawan malas untuk berkunjung. Pasalnya letaknya yang berada di atas bukit membuat mereka harus menaiki ratusan anak tangga.

Terlalu jarangnya dijamah, bahkan kondisinya pun cukup memprihatinkan. Tidak hanya tangga yang dipenuhi sampah dedaunan kering, pada monumen pun para pengunjung akan dipertontonkan dengan pemandangan tugu batu yang terbengkalai. Cat yang menutupinya kini mulai mengelupas, bahkan terbilang kusam.

"Kami kasihan dengan pengunjung karena capek kalau harus naik sampai sini," terang Ade.

Padahal jika melihat sejarahnya, tempat tersebut dipercaya oleh warga sekitar sebagai tempat peristirahatan Jenderal Sudirman. Lantaran sekitar daerah tersebut dulunya dibom oleh Belanda, maka Jenderal Sudirman melarikan diri menuju Jawa Timur.

Untuk mengabadikan momen bersejarah tersebut, maka pada tahun 1976 Dinas Kebudayaan membangun sebuah monomen yang dikenal dengan Monomen Jenderal Sudirman. Guna membangun tempat tersebut, sekitar Rp 500 juta dihabiskan.