Harga Gas Subsidi Terlalu Tinggi, Warga Playen Geruduk SPBU
Peristiwa

Harga Gas Subsidi Terlalu Tinggi, Warga Playen Geruduk SPBU

Playen, (gunungkidul.sorot.co)--Warga Desa Playen, Kecamatan Playen geruduk SPBU di Jalan Manthous, Playen, Senin (23/07/2018) siang. Kedatangan mereka guna mengklarifikasi harga gas LPG 3 kilogram yang dijual di SPBU tersebut terlalu tinggi.

Sebanyak 40 massa protes harga gas subsidi mencapai Rp 17.500, padahal berdasarkan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh Pertamina yakni Rp 15.500. Harga yang dipatok diluar ketentuan ini mulai dirasakan sejak Jumat (20/07) kemarin.

"Kami disini melakukan aksi protes karena harga gas di SPBU semuanya Rp 15.500. Tapi mulai hari Jumat kemarin SPBU disini menjualnya dengan harga Rp17.500, itu tidak sesuai dengan subsidi dan aturan pemerintah," tandas Koordinator aksi, Bayu Widodo.

Dengan harga tersebut, Bayu dan warga lainnya merasa keberatan. Padahal, gas LPG 3 kg diperuntukkan bagi warga miskin sehingga harga yang dipasarkan mendapat subsidi dari pemerintah. Apabila di lapangan harga justru tinggi, warga merasa dirugikan. 

"Kami warga miskin sangat keberatan. Gas yang diperuntukkan untuk kami malah dijual seperti ini. Kami memohon kebenaran dan kebijakannya," imbuhnya.

Upaya dalam orasi dan bermediasi di dalam ruangan oleh perwakilan beberapa warga, berujung pada permohonan maaf. Pihak SPBU berjanji akan menurunkan harga LPG 3 kilogram menjadi Rp 16.000.

"Hasil mediasi tadi pihak SPBU meminta maaf. Ini tadi bilangnya turun lagi jadi Rp16.000. Kami bukan mau masalah Rp16.000 atau berapa, yang jelas harga dari HET Pertamina itu Rp15.500," ucap Bayu.

Kendati masih diatas harga HET, Pengawas SPBU Playen, Islamudin Rahmanto mengaku bahwa terpaksa menaikkan harga diatas batas wajar untuk menyamakan dengan pangkalan lainnya. Dia mengklaim bahwa beberapa pangkalan yang ditanya soal harga gas subsidi, rata-rata menjual dengan harga Rp17.500.

"Ini untuk evaluasi kedepannya. Paling akan disamakan penguna Rp 15.500 dan pengecer Rp 16.000," imbuh dia.