Masih Bingung Penggunaan BPJS? Ini Bedanya BPJS PBI dan Non PBI
Sosial

Masih Bingung Penggunaan BPJS? Ini Bedanya BPJS PBI dan Non PBI

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Sampai saat ini masih banyak juga yang belum paham aturan dan penggunaan Badan penyelenggara Jaminan sosial (BPJS), terutama BPJS untuk Penerima Bantuan Iuran (PBI) dan yang non PBI.

Perlu diketahui bahwa BPJS PBI merupakan BPJS yang iuran bulanannya dibayarkan oleh pemerintah, baik menggunakan APBN maupun APBD. Sedangkan BPJS non PBI iurannya dibayarkan secara mandiri oleh peserta BPJS.

Kasubbag Kesejahteraan Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat, Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Gunungkidul, Suyono mengungkapkan, tidak ada yang berbeda antara BPJS PBI APBD maupun APBN selain pada sumber angarannya.

BPJS PBI APBD sendiri sebenarnya dimaksudkan untuk mengakomodir masyarakat miskin yang belum bisa terakomodir oleh BPJS PBI APBN.

Jadi antara KIS yang dibiayai APBD maupun APBN itu sama, haknya juga sama di kelas 3,” ujar Suyono, Senin (11/03/2019).

Adapun Penyelenggara Pelayanan Kesehatan (PPK) I untuk BPJS kelas 3 adalah Puskesmas tempat tinggal peserta BPJS. 

Berbeda dengan BPJS non PBI, dimana peserta bisa memilih PPK atau fasilitas kesehatan (Faskes) sesuai dengan kelas yang dipilih. Selain

itu, peserta BPJS non PBI juga bisa naik kelas, namun untuk peserta BPJS PBI hanya bisa di kelas 3, jika ingin naik kelas maka kepesertaan BPJS PBI-nya secara otomatis gugur.

Memang PPK I nya (BPJS PBI) kan Puskesmas, kecuali kalau mandiri, atau PPU seperti PNS itu kan bisa milih. Tetapi kalau APBD atau APBN itu kan sudah diplafon, jadi PPK-nya PPK satu,” lanjut Suyono.

Tahun 2019, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menyiapkan anggaran sebesar Rp 34 miliar untuk 159.000 kuota penerima BPJS PBI.

Adapun kuota untuk BPJS PBI dari APBN tahun ini adalah sekitar 473.000 peserta. Namun angka ini sifatnya sangat dinamis karena selalu mengalami fluktuasi setiap saat.

Tapi kan update terus datanya itu, tidak statis, ada yang meninggal, pindah dan sebagainya,” tambah Suyono.

Adapun masyarakat Gunungkidul yang sampai sekarang belum menjadi peserta BPJS adalah sekitar 44.000 orang.

Suyono mengungkapkan bahwa dengan kuota BPJS yang tersedia baik dari APBN maupun APBD sudah tidak ada lagi penduduk miskin yang belum menjadi peserta BPJS PBI, mengingat jumlah penduduk miskin di Gunungkidul sekitar 125.759 penduduk.