Karangtaruna Peduli Grengseng, Wisata Alam yang Butuh Perhatian
Wisata

Karangtaruna Peduli Grengseng, Wisata Alam yang Butuh Perhatian

Tanjungsari, (gunungkidul.sorot.co)--Kawasan karst di Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul mempunyai potensi untuk dikembangkan sebagai obyek wisata alam. Terlebih di Kecamatan Tanjungsari terdapat sejumlah goa, salah satunya Goa Grengseng.

Namun sangat disayangkan jika potensi wisata yang sejatinya bisa membawa perubahan ekonomi masyarakat justru belum digarap optimal oleh pihak terkait.

Seperti halnya Goa Grengseng yang terletak di Kelor Lor, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari. Selama ini goa tersebut dinilai belum ada perhatian khusus dari pemerintah. Saat ini Goa Grengseng dilestarikan dan dikelola oleh pemuda Karangtaruna.

Triyanto, Ketua Karangtaruna setempat mengungkapkan bahwa motivasi dirinya berjuang bersama teman-teman karangtaruna yakni untuk menjaga Goa Grengseng agar tetap lestari.

Ini kita rintis. Karena ini aset kita yang berharga,” ungkapnya, Selasa (12/03/2019).

Jika melihat lebih dekat, area pintu masuk Goa Grengseng dikelilingi pohon rindang yang usianya ditaksir mencapai ratusan tahun. 

Dipintu masuk, pengunjung akan disambut bebatuan stalaktit yang menggantung di langit-langit goa dan batuan stalaktit di lantai goa. Tak hanya itu di dalam goa juga terdapat mata air yang terus mengalir.

Selain itu ada pula batuan yang dapat memantulkan cahaya. Batuan ini terbentuk dari proses alam pengerasan tetesan batuan kapur yang luntur dari atas goa.

Menurut Guntoyo, selaku pemandu wisata setempat, Goa Grengseng sendiri memiliki panjang lorong mencapai 37 meter. Di dalamnya terdapat banyak ruang yang saling berhubungan.

Kendati demikian ada satu ruang yang tidak diperkenankan masuk oleh pengunjung karena medan yang dilalui cukup membahayakan. Hal itu lantaran pasokan oksigen di dalam tidak memungkinkan.

Khusus yang beresiko tinggi kita kasih larangan,” tandas dia.

Meski belum begitu layak dijadikan obyek wisata karena belum ada bangunan maupun fasilitas penunjang kegiatan wisata, namun Goa Grengseng mampu menarik perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara.

Hampir setiap bulan sekali pasti ada bule. Dan yang sering dari Swiss dan Jerman,” ujar Triyanto. (Hafied)