Berulangkali Cabuli Gadis Bawah Umur, Pemuda Semanu Ngandang 8 Tahun
Hukum & Kriminal

Berulangkali Cabuli Gadis Bawah Umur, Pemuda Semanu Ngandang 8 Tahun

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Kasus pencabulan yang dilakukan Su (20), pemuda asal Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu terhadap IL (14) yang masih di bawah umur akhirnya menemui babak akhir.

Su diganjar hukuman pidana penjara selama 8 tahun dan denda Rp 100 juta subsidair kurungan 2 bulan oleh majelis hakim dalam sidang putusan di Pengadilan Negeri Wonosari, Rabu (13/03/2019).

Su terbukti beberapa kali telah melakukan pencabulan kepada korban. Pertama kali ia melakukan aksi bejatnya pada September 2018 silam.

Saat itu Su dan beberapa temannya baru selesai menonton konser dangdut di Padukuhan Kenteng, Desa Pacarejo. Saat itu korban juga ikut menonton konser tersebut bersama temannya FA yang juga ternyata masih kerabat pelaku.

Selepas menonton konser, Su dan beberapa temannya pergi ke rumah FA, tidak lama korban bersama FA juga datang ke rumah FA. Melihat IL datang bersama FA, pelaku kemudian memaksa IL untuk masuk ke ruang tamu untuk melayani nafsu bejatnya.

Korban saat itu juga diancam, kalau menolak nantinya ia akan dipaksa melayani pelaku dan semua teman-temannya yang menunggu di depan rumah. Karena takut dengan ancaman pelaku, korban pun terpaksa melayani nafsu bejat Su.

Kejadian malam itu bukanlah yang terakhir kalinya, berselang sekitar sebulan kemudian pelaku kembali dipaksa untuk bersetubuh dengan pelaku. Pelaku juga mengancam korban akan menyebarkan aib itu kepada teman, guru, serta kepala sekolahnya. Takut dengan ancaman pelaku, lagi-lagi IL terpaksa melayani nafsu bejat pelaku di rumahnya.

Perbuatan Su baru terbongkar ketika orang tua korban mengetahui pesan Whatsapp dengan kata-kata kasar yang dikirimkan pelaku kepada korban. Saat itu korban juga sudah mengaku kepada orang tuanya kalau sudah dicabuli oleh pelaku.

Atas perbuatan bejat tersebut, Su dijerat dengan Pasal 81 ayat (1) jo pasal 76 D UU RI No.17 Tahun 2018 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No.1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

Dikonfirmasi, Humas Pengadilan Negeri Wonosari, Agung Budi Setiawan menjelaskan bahwa pelaku telah terbukti telah melakukan ancaman kekerasan dan memaksa anak untuk melakukan persetubuhan dengan korban.

Jadi terdakwa telah terbukti melakukan tindak pidana ancaman kekerasan, memaksa anak untuk melakukan persetubuhan dengannya. Hukumannya diputus oleh hakim 8 tahun, dengan denda Rp 100 juta subsidair 2 bulan,” ujar Agung Budi Setiawan.