Datangi Balai Desa, Warga Minta Kejelasan Laporan Penggunaan Dana
Pemerintahan

Datangi Balai Desa, Warga Minta Kejelasan Laporan Penggunaan Dana

Paliyan,(gunungkidul.sorot.co)--Para pemuda dari sejumlah padukuhan di Desa Karangasem, Kecamatan Paliyan mendatangi balai desa setempat, Kamis (14/03/2019) siang. Mereka hadir dalam rangka meminta penjelasan soal laporan penggunaan dana karangtaruna selama 5 tahun belakangan ini.

Informasi yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber, para pemuda tersebut datang untuk berkomunikasi dengan pihak pemerintah desa lantaran ingin mendapatkan informasi seputar laporan penggunaan dana yang digelontorkan kepada karangtaruna.

Dengan berjalan tertib dan damai, mereka bersilaturahmi guna mencari tahu sisi transparansi atas penggunaan dana karangtaruna yang telah dikucurkan oleh pemerintah desa sejak tahun 2013 silam hingga tahun 2018.

Beberapa perangkat desa pun juga tampak menemui para pemuda dengan penuh rasa keakraban dan kekeluargaan. Meski begitu warga terpaksa pulang dengan tangan hampa lantaran belum menerima jawaban gamblang dari pihak pemerintah desa terkait data laporan pertanggungjawaban (LPj) dana karangtaruna yang konon totalnya mencapai Rp 29 juta.

Dikonfirmasi terpisah, Kades Karangasem, Amanat membenarkan adanya kedatangan sejumlah warga ke kantornya. Akan tetapi saat itu dirinya sedang mengikuti acara Sekolah Pawiyatan di Yogyakarta sehingga terpaksa tidak bisa menemui warga.

Minta data SPJ karangtaruna selama 5 tahun. Nah terus terang dokumen rahasia itu kan tidak boleh, kecuali ada dari inspektorat atau BPK dan sebagainya,” jawab Amanat.

Desa itu kan tidak punya file terkait SPJ dari lembaga-lembaga itu, kan begitu. Terkecuali kalau kegiatan yang diampu oleh desa, masalah keuangan desa itu jelas itu file-nya di desa ada. Tapi kalau semisal PKK, LPMD, karangtaruna, itu kan file-nya kan ada di masing-masing lembaga pengguna anggaran. Jadi kita tidak punya file-nya, kan seperti itu,” ungkap dia.

Kendati demikian Kades memastikan bahwa data laporan tersebut akan tetap dibeberkan secara transparan kepada warga dalam waktu dekat ini.

Datanya ada, cuma saat ini data semua berkas dokumen kita titipkan di bagian arsip daerah (kabupaten), biar lebih aman. Tetap akan kita kasih (fotokopinya),” pungkas Amanat.