Nyaris Terjadi Tawuran Suporter Bola, Panitia Lipeg Sebut Ada Ulah Oknum
Olahraga

Nyaris Terjadi Tawuran Suporter Bola, Panitia Lipeg Sebut Ada Ulah Oknum

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Guna mencegah adanya tawuran dan gesekan antarsuporter dalam penyelenggaraan Liga Pelajar Gunungkidul (Lipeg), panitia sudah menyiapkan tim khusus. Disamping itu, mereka menyebut bahwa gesekan yang nyaris terjadi antara pendukung sepak bola SMK YAPPI Wonosari dan SMKN 2 Wonosari disebabkan karena ulah oknum mengatasnamakan suporter.

Memang hampir terjadi gesekan suporter, tetapi itu hanya terjadi di luar pertandingan. Yang itu kemudian setelah kita petakan itu hanya ulah oknum, oknum yang mengatasnamakan suporter,” ujar Ketua Penyelenggara Lipeg, Heri Santosa, saat konferensi pers Grand Final Lipeg #5 Piala Menpora, Kamis (14/03/2019).

Pertandingan Lipeg 2019 sudah memasuki babak semifinal. Empat tim diantaranya SMA 2 Playen, SMKN 2 Wonosari, SMAN 1 Tanjungsari dan SMKN 1 Girisubo dijadwalkan bertanding pada 15 Maret 2019 untuk memperebutkan tiket ke final. 

Heri mengatakan, gesekan antarsuporter bisa saja terjadi. Akan tetapi pihaknya sudah melakukan antisipasi sejak dini dengan menyertakan Tim Liaison Officer (LO) yang tugasnya melekat di masing-masing suporter tim. Mereka ditugaskan menjemput, mengiringi dan mengantar kembali suporter tim.

Untuk babak semifinal kami sudah mengkomunikasikan kepada temen-temen koordinator suporter sudah kita kumpulkan. Sudah kita sampaikan berbagai macam rekayasa, dari mereka mau nonton, parkir dimana, masuk dimana, duduk di tribun mana. Sehingga untuk mengantisipasi ketika ada gesekan, tentunya kita juga mengkomunikasikan dengan pihak keamanan. Jadi sudah kita komunikasikan berbagai macam potensi yang ada terkait hal itu,” jelasnya.

Pada laga yang tersisa, pihaknya juga sudah menyiapkan langkah guna mencegah gesekan di dalam stadion bilamana tensi pertandingan berjalan tinggi. Suporter dan penonton umum juga akan dipisah dengan pembatas sehingga satu dengan lainnya tidak dapat pindah tribun.

Kita kasih pembatas sehingga penonton luar tidak bisa masuk ke area suporter, sebaliknya suporter pun tidak bisa pindah ke area tribun lain, selain tribunnya, sebelum pertandingan selesai,” ucapnya.