Buah Pena Marsiono, Hidupkan Tiga Zona Gunungkidul
Politik

Buah Pena Marsiono, Hidupkan Tiga Zona Gunungkidul

Wonosari, (gunungkidul.sorot.co)--Tokoh politik senior asal Kabupaten Gunungkidul yang selalu aktif berkiprah dalam pembangunan ini punya pengalaman luas dalam perjalanan dan perkembangan pariwisata kurun waktu 20 tahun terakhir ini.

Menjadi kepala desa, 3 periode menjadi anggota DPRD Gunungkidul dan aktif menjadi pengurus DPD Partai Golkar Gunungkidul memaksa dirinya terlibat langsung membangun Pariwisata Gunungkidul hingga menjadi seperti saat ini.

Senioritas Marsiono dalam kiprah politik dan pemerintahan memunculkan ide dan tulisan yang sangat penting untuk diwujudkan. Buah pena Caleg DPRD DIY Partai Golkar daerah pemilihan Gunungkidul nomor urut 2 dalam Pemilu 2019 ini jika benar- benar terwujud akan muncul lokasi dan destinasi wisata menarik di 3 zona geografi yang ada di Gunungkidul.

Gunungkidul memiliki 3 zona yaitu Zona Gunungbatur, Zona Ledok Wonosari, dan Zona Gunungsewu. Jika ke-3 zona ini dimaksimalkan maka akan muncul destinasi wisata yang menarik wisatawan domestik maupun mancanegara tinggal berlama-lama di Gunungkidul menikmati potensi wisata yang ada di seluruh wilayah Gunungkidul,”papar Marsiono, Jumat (15/03/2019).

Marsiono mempunyai mimpi, pembangunan infrastruktur jalan lingkar lintas zona jika terwujud akan semakin mempercepat munculnya destinasi wisata di 3 zona tersebut untuk kesejahteraan seluruh warga masyarakat Gunungkidul. Terwujudnya wilayah selatan sebagai halaman dan wilayah selatan sebagai penyangga memerlukan jalan yang menghubungkan antara wilayah tersebut. 

Alangkah indahnya jika halaman Gunungkidul yang terbentang pantai indah, kemudian zona Batur Agung juga sangat penting dibangun destinasi wisata. Kami punya gagasan, pembangunan destinasi wisata mulai dari Gunung Api Purba Nglanggeran di Patuk, Puncak Sriten di Nglipar, Gunung Gambar di Ngawen dan sampai pada Gunung Api Purba yang bernama Gunung Panggung,” lanjut dia.

Gunung Panggung yang ada di perbatasan Kecamatan Semin dan Ponjong memiliki sejarah yang penting. Marsiono mengharapkan, Gunung Panggung yang mempunyai nilai sejarah sebagai batas wilayah Solo dan Yogyakarta ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata.

Gunung Panggung menurut orang geologi adalah gunung api yang meletus sekali dan muncul gunung api purba. Ketinggian Gunung Panggung dengan Puncak Sriten hampir sama. Dan terlebih lagi, Gunung Panggung mempunyai sejarah, Gunung tersebut dibelah 2 oleh Raden Mas Sahid dalam perjanjian Giyanti sebagai batas wilayah Surakarta dan Jogjakarta,” imbuh Marsiono.

Intinya dikemudian hari akan ada jalur transportasi yang mudah berupa lingkar transportasi menuju destinasi wisata sehingga arus investasi juga semakin banyak. Pengembangan ekonomi rakyat dan agro wisata bisa merata dan mampu mensejahterakan rakyat Gunungkidul.

Saat ini yang paling sulit adalah jalan dari Semin naik ke Gunung Panggung . Kalau semua jalan transportasi melingkar sudah jadi maka akan mempercepat kemajuan pariwisata yang merata di seluruh wilayah Gunungkidul, sehingga wisatawan bisa berlama- lama di Gunungkidul yang pada gilirannya masyarakat bisa menikmati kue pariwisata secara merata,” pungkas pria asal Desa Tambakromo, Kecamatan Ponjong itu.