Terlibat Kasus Pencabulan, Kemenag Tolak Pengajuan Pensiun Dini Oknum Pegawai
Hukum & Kriminal

Terlibat Kasus Pencabulan, Kemenag Tolak Pengajuan Pensiun Dini Oknum Pegawai

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Tersangka kasus pencabulan Sum (59), warga Desa Bendung, Kecamatan Semin, yang mengajukan pensiun dini sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) ditolak oleh Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gunungkidul.

Pihak Kemenag juga akan memberhentikan sementara pegawainya tersebut karena terlibat perkara hukum.

(Yang bersangkutan) mengajukan tapi kita tolak. Kita sudah kita ajukan pensiun regulernya,” ujar Kepala Kemenag Gunungkidul, Aidi Johansyah kepada sorot.co belum lama ini.

Sum yang merupakan pengawas MI di Kecamatan Semin diketahui mencabuli anak tirinya, AS (17) yang masih duduk di bangku SMA. Perbuatan bejat itu dilakukan sejak pertengahan tahun 2016 dan baru terbongkar pada November 2018. 

Dia pun dilaporkan ke polisi oleh ibu korban S (44), yang tidak tega melihat anaknya depresi karena ulah Sum.

Informasi yang diperoleh dari Kemenag Gunungkidul, Sum yang merupakan ASN dengan golongan 4a akan pensiun pada 1 November 2019. Secara administratif, pengajuan pensiuan secara reguler sudah dilakukan pada Oktober 2018.

Atas dasar itulah, Kemenag menolak pengajuan pensiun dini mantan kepala sekolah di Kecamatan Ngawen tersebut.

Sudah diproses (pensiunnya), jauh sebelum kasus itu muncul. Istilahnya prosesdur biasa,” terang Aidi.

Pihaknya juga mengaku sudah mengajukan pemberhentian sementara Sum kepada Kanwil Kemenag DIY pada 25 Februari 2019, beberapa hari setelah ditetapkan tersangka.

Saat ini pengajuan sedang dalam proses oleh Kanwil Kemenag DIY. Bila sudah penetapan pemberhentian sementara sudah dilakukan, hak-hak sebagai ASN akan dicabut.

Tinggal menunggu surat dari Kanwil. Hak-haknya sebagai PNS tentu akan dicabut, sampai besok putusan final pengadilan,” ungkapnya.