Histeris ! Kebakaran dan Maling Kambing Warnai Penilaian Lomba Desa
Pemerintahan

Histeris ! Kebakaran dan Maling Kambing Warnai Penilaian Lomba Desa

Tanjungsari, (gunungkidul.sorot.co)--Perlombaan Desa tingkat Kabupaten Gunungkidul tahun 2019 telah dimulai. Desa Kemiri mewakili Kecamatan Tanjungsari berusaha memunculkan program terbaik. Salah satunya dengan menampilkan penanganan kebakaran dan upaya menjaga keamanan lingkungan masyarakat.

Bertempat di belakang pos kamling RT 02/RW 05 Padukuhan Glagah, Desa Kemiri, warga memperagakan simulasi kebakaran menggunakan gubuk kayu sebagai contoh pengganti rumah yang terbakar. Tim penilai perlombaan desa nampak histeris ketika melihat ada salah seorang warga yang menjadi korban kebakaran.

Kronologi kebakaran berawal dari warga yang lalai mematikan obat nyamuk bakar, sehingga mengakibatkan si jago merah melahap gubuk tanpa sisa.

"true">Dengan kesigapan warga, api dapat dipadamkan dengan alat seadanya. Warga juga langsung mengevakuasi korban ke rumah sakit terdekat.

Sementara itu disela simulasi kebakaran, suasana bertambah genting dengan munculnya oknum tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan peluang mencuri kambing milik warga saat terjadi kebakaran. Dengan bantuan polisi yang sedang patroli, bersama warga dapat mengamankan pencuri kambing. 

Kepala Desa Kemiri, Samidi mengatakan walaupun di wilayahnya belum pernah terjadi kebakaran besar pihaknya bersama bersama warga perlu belajar langkah antisipasi. Perlombaan desa ini juga diharapkan sebagai ajang membangkitkan semangat gotong royong antar warga.

"Mungkin dengan simulasi itu kan bisa memunculkan kegotong royongan juga," kata Samidi, Rabu (20/03/2019).

Ketua Tim Penilaian Perlombaan Desa Tingkat Kabupaten Gunungkidul, Sujoko mengapresiasi langkah yang dilakukan warga serta Pemerintah Desa Kemiri dalam mengantisipasi terjadinya kebakaran.

"Namanya bencana itu kan pasti ada, oleh karena itu dibutuhkan kesiapan warga untuk bisa sekaligus mengendalikan dan mencegah apabila terjadi kebakaran. Warga harus dilatih untuk siap karena sering terjadi hal seperti itu," tutur pria yang juga menjabat Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3AKBPMD) Kabupaten Gunungkidul.

Menurutnya, dengan adanya perlombaan desa tidak semata-mata hanya mencari kejuaraan saja, akan tetapi menjadi peluang evaluasi pengembangan desa. Tujuan lainnya yakni diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam membangun desa melalui gotong royong dan musyawarah yang sekarang ini mulai luntur.

Penilaian lomba dimulai dengan penyambutan tim penilai sekaligus melihat hasil dan program BUMDes di rest area Melok. Dilanjutkan kunjungan ke Sanggar Tresna Budaya yang disambut tarian anak. Tim penilai juga mampir ke Rumah Sehat dan Goa Pakubon.

Setelah itu, dilanjutkan mengunjungi padukuhan sampel kampung Keluarga Berencana (KB) di Padukuhan Bareng. Acara diakhiri dengan pemaparan program dari Kepala Desa Kemiri.

Diperoleh informasi, guna mendukung kegiatan perlombaan desa itu Pemerintah Desa Kemiri menganggarkan dana sebesar Rp 60 juta lewat APBDes. (Hafied)