Pemkab Akan Bangun Fasilitas Inklusi di 20 SD
Pendidikan

Pemkab Akan Bangun Fasilitas Inklusi di 20 SD

Wonosari,(gunungkidul.sorot.co)--Sejak diterbitkannya Peraturan Bupati No. 12 tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Sekolah Inklusif, semua sekolah di Kabupaten Gunungkidul wajib menerima peserta didik dalam kondisi apapun, termasuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

Tujuannya tidak lain untuk membuka seluas-luasnya kesempatan mengenyam bangku pendidikan untuk semua masyarakat, serta terwujudnya penyelenggaraan pendidikan yang menghargai keanekaragaman dan tidak diskriminatif bagi semua elemen peserta didik.

Hal ini diungkapkan oleh Kasi Kelembagaan dan Sarana Prasarana Bidang Sekolah Dasar Disdikpora Kabupaten Gunungkidul, Dalyanto.

Memang tidak semua sekolah memiliki siswa ABK, tapi wajib memfasilitasi. Gunungkidul itu kan merupakan kabupaten inklusi, jadi semua sekolah wajib menerima siswa ABK, tidak harus di SLB,”ujar Dalyanto, Kamis (21/03/2019).

Karena masih banyak sekolah yang belum memiliki fasilitas inklusi, tahun ini Pemkab akan membangun fasilitas untuk penyandang disabilitas di 20 sekolah dasar. Kata Dalyanto, sarana yang akan dibangun di 20 SD itu nantinya seperti guiding block dan block S. 

Adapun dana yang disiapkan oleh pemerintah untuk membangun fasilitas inklusi ini adalah sebesar Rp 15 juta untuk masing-masing sekolah yang dianggarkan dari APBD Kabupaten Gunungkidul. Hingga saat ini, dari 474 SD di Gunungkidul, sekolah yang sudah memiliki akses inklusi baru sekitar 100 sekolah.

Selain membangun sarana, yang jadi persoalan lain adalah kompetensi guru yang mengajar di sekolah. Dimana guru juga dituntut untuk bisa mengajar siswa ABK. Oleh karena itu, Dalyanto berharap kedepan bukan hanya bangunan sekolah yang disesuaikan dengan kebutuhan ABK, tapi juga semua guru dibekali dengan pelatihan khusus terkait bagaimana mengajar siswa ABK.

Biasanya beberapa sekolah yang ada siswa ABK-nya, ada assessment untuk para gurunya. Jadi ada pelatihan untuk guru-gurunya, Tapi belum maksimal hanya sebatas bisa berkomunikasi dengan ABK. Besok harapannya bukan hanya sarprasnya, tapi juga pendidiknya juga perlu ada pendidikan khusus,” pungkasnya.

Sebelumnya, untuk menentukan sekolah yang akan mendapatkan bantuan sarpras tersebut pemerintah telah melakukan survei sekolah mana saja yang belum memiliki fasilitas inklusi. Rencananya, pembangunan sarpras ini akan mulai dilakukan sekitar bulan Mei sampai Juni mendatang.