Banjir Surut, Siswa Diliburkan, Guru Bersihkan Lumpur
Pendidikan

Banjir Surut, Siswa Diliburkan, Guru Bersihkan Lumpur

Saptosari, (gunungkidul.sorot.co)--Banjir yang merendam di sejumlah wilayah Kabupaten Gunungkidul pada Senin (18/03) lalu, kini mulai berangsur surut. Hanya saja, dampak dari terjangan banjir masih dirasakan seperti halnya endapan lumpur di lantai.

Seperti diketahui sebelumnya, ada satu fasilitas pendidikan yang terdampak banjir parah hingga setinggi 1,5 meter yakni SMP N 3 Saptosari. Hampir semua ruangan yang berada di sekolah itu tidak luput dari genangan air.

Pagi ini, Kamis, (21/03/2019) terlihat sejumlah guru dan karyawan berjibaku membersihkan endapan lumpur yang tersisa dengan peralatan seadanya. Sampai saat ini, sebanyak 136 siswa tidak bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah seperti biasa karena kondisi ruang kelas yang tidak memungkinkan.

Kepala Sekolah SMP N 3 Saptosari, Mulyono mengatakan pihaknya bergerak cepat pasca air banjir surut dengan melibatkan guru dan karyawan guna membersihkan lumpur dan menyiapkan ruang kelas agar bisa digunakan kegiatan belajar mengajar segera mungkin.

"Dari Senin anak-anak sudah kita suruh belajar di rumah. Ini kita bareng dari pagi semaksimal mungkin bersih-bersih buat besok masuk," katanya.

Mulyono menambahkan, pihaknya terus berupaya memulihkan ruang kelas, mengingat pekan mendatang murid kelas IX akan menghadapi Persiapan dan Pemantapan Ujian (PPU) Ujian Nasional (UN). 

Ia bersyukur karena belum lama ini ada perhatian khusus dari Pemerintah Daerah yang berencana merelokasi SMP N 3 Saptosari ke tempat yang lebih kondusif untuk kegiatan belajat mengajar.

"Harapannya sekolah itu tidak setiap tahun senam jantung karena kebanjiran. Bebas dari hambatan sehingga bapak dan ibu guru itu tidak lelah pikirannya, sudah mikir mengajar, mikir banjir. Kan jadi bercabang pikirannya. Seperti ini juga rugi anak-anak," pungkas Mulyono disela membersihkan ruangan. (Hafied)